Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label Buku Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Tokoh. Tampilkan semua postingan
Prof. dr. W.Z. Johannes

Prof. dr. W.Z. Johannes

Judul

:

Prof. dr. W.Z. Johannes

Penulis

:

Drs. R. Nalenan

Penerbit

:

PT. Bhratara Karya Aksara – Jakarta

Tahun Cetak

:

1984

Halaman

:

45

ISBN

:

-

Harga

:

Rp.45.000

Status

:

Ada

 

Prof. Johannes mulai mengabdikan diri di bidang kesehatan sebagai seorang dokter pada tahun 1920. Selama 32 tahun ia bekerja di bidang ini. Ia masuk pendidikan STOVIA pada tahun 1912. Lama pendidikan di STOVIA 10 tahun. Tingkat persiapan selama tiga tahun, dan tingkat akhir untuk mencapai gelar dokter selama 7 tahun . STOVIA merupakan peningkatan dari Sekolah Dokter Jawa yang berdiri pada tahun 1851. Meskipun disebut Sekolah Dokter Jawa, namun sekolah ini menerima juga mahasiswa-mahasiswa dari luar Jawa.

Selama menempuh pendidikan di STOVIA, pemuda Wilhelmus menampakkan kecerdasan yang tinggi. Pendidikan yang sebenarnya  harus ditempuh 10 tahun, ia selesaikan dalam wakttu 8 tahun. Sebelum masa penddikan selesai, ia sudah minta ikut ujian. Hak yang sama terjadi juga sewaktu di ELS. Di sini kita lihat bahwa di samping memiliki kecerdasan, pemuda Johannes memang berusaha keras untuk mempercepat pendidikannya. 



Biografi Nyanyian Kehidupan Nafsiah Mboi

Biografi Nyanyian Kehidupan Nafsiah Mboi

Judul

:

Biografi Nyanyian Kehidupan Nafsiah Mboi

Penulis

:

Maria Hartiningsih & Agung Adiprasetyo

Penerbit

:

PT. Kompas Media Nusantara

Tahun Cetak

:

2022

Halaman

:

456

ISBN

:

978-623-346-507-6

Harga

:

Rp.100.000

Status

:

Ada


Setiap tokoh dilahirkan oleh suatu kurun masa. Namun zaman segera disapu oleh waktu dan setiap peristiwa dengan cepat dilupakan karena tertimbun peristiwa-peristiwa yang susul-menyusul memenuhi ruang publik dan merampas ingatan.

Meski demikian, suatu bangsa menjadi besar bila mau mengingat dan mengakui jasa para pahlawannya; termasuk di antaranya adalah para tokoh dan birokrat yang bekerja keras memajukan suatu wilayah dan masyarakat. Di antara mereka adalah dr. Andi Nafsiah Walinono-Mboi SpA, MPH, dikenal sebagai Nafsiah Mboi.

Untuk waktu yang cukup panjang, namanya selalu disandingkan dengan sang suami, dr. Ben Mboi. Pasangan ini telah membuat NTT mencuat di antara provinsi-provinsi lain di Indonesia karena lonjakan kemajuan kesejahteraan warganya. Prestasi keduanya di bidang pelayanan publik diakui secara internasional dengan penghargaan Ramon Magsaysay Award pada tahun 1986. 

Namun Nafsiah juga punya jejak tersendiri. Perjalanannya panjang dan berliku sebelum menjabat sebagai Menteri Kesehatan (2012-2014). Nafsiah adalah perempuan pertama dari suku Bugis, Makasar yang menjadi dokter dan dokter spesialis anak; dan untuk NTT, dokter spesialis anak pertama yang melayani rakyat di sana. Nafsiah adalah orang Asia pertama yang menjadi ketua Komite Hak Anak Perserikatan Bangsa-bangsa (CRC) dan perempuan Indonesia pertama yang menduduki posisi direktur pada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sampai saat ini Nafsiah diakui ketokohannya dalam isu HIV/AIDS. Dia memperjuangkan pendekatan kemanusiaan dan HAM untuk ODHA dan memahami pentingnya pemberdayaan populasi kunci dalam penanggulangan HIV/AIDS.

Banyak hal tentang dirinya terserak di berbagai media. Namun buku ini me-nyingkapkan banyak sekali aspek yang belum pernah diungkap, beserta mazmur syukur yang senantiasa dia daraskan pada setiap langkahnya.

Seluruh pengalamannya dalam buku ini adalah undangan untuk belajar tentang ketekunan, totalitas, kehendak untuk terus belajar yang tidak pernah padam, kete-guhan dan keberanian mempertahankan prinsip-prinsip kebenaran, kesetaraan dan keadilan.

Nafsiah telah menjawab panggilan hidupnya dalam tugas-tugas yang tidak mudah, yang membuatnya kerap berada di persimpangan yang rumit. Namun, demi kebaikan bersama, dia tak ragu mengambil jalan yang penuh onak, curam, licin dan tak jarang, berbahaya.

Gelombang yang menghempasnya, ombak dan riak yang mengepungnya, sayup-sayup membentuk rangkaian nada yang dimainkan oleh orkestra alam, men-ciptakan nyanyian kehidupan. Kita bisa ikut mendengarkan seluruh lagu dalam berbagai nada dari masa lalu sampai sekarang, dan mencecap bisik halus yang menyodorkan harapan. 



Dari Desa Sangat Terpencil di Flores Survive di Jakarta

Dari Desa Sangat Terpencil di Flores Survive di Jakarta

Judul

:

Dari Desa Sangat Terpencil di Flores Survive di Jakarta

Penulis

:

Ans Gregory da Iry

Editor

:

Alfred B. Jogo Ena

Penerbit

:

Bajawa Press

Tahun Cetak

:

2019

Halaman

:

413

ISBN

:

978-602-7576-29-2

Harga

:

Rp.-

Status

:

Kosong

 

Pelajaran yang saya ambil dari membaca memoarnya ini adalah: nilai-nilai, kesehajaan, cinta kasih, kegigihan, kesetiakawanan dan proses ‘pendewasaan’ dalam pengembangan profesinya. Perjalanan hidup penuh tantangan tetapi juga penuh kebahagiaan dan cinta kasih. (Adrianto Machribie – President Director & CEO PT. Freeport Indonesia (1996-2006), kini Komisaris PT. Freeport Indonesia dan Advisor Media Group).

Perjalanan jurnalistiknya luar biasa dan banyak pengalaman yang belum tentu bisa didapat oleh wartawan-wartawan lain. Sebab berbagai peristiwa besar di negeri ini, biasanya hanya akan diliput oleh wartawan yang mempunyai kualifikasi tinggi dan diakui karya jurnalistiknya. Surat kabar atau majalah juga pasti akan mengirimkan wartawan terbaiknya, karena harus menjaga nama baik. (Samesto Nitisastro – Director – HR, GA & Legal PT. Pangansari Utama Food Resources).

 


Mencari Sosok Kebenaran (Dalam Prespektif Ilmu Antropologi) Kenangan Hari (Perak) dan 33 Tahun Imamat 21 Sept. 1989 s/d 21 Sept. 2014

Mencari Sosok Kebenaran (Dalam Prespektif Ilmu Antropologi) Kenangan Hari (Perak) dan 33 Tahun Imamat 21 Sept. 1989 s/d 21 Sept. 2014

Judul

:

Mencari Sosok Kebenaran (Dalam Prespektif Ilmu Antropologi) Kenangan Hari (Perak) dan 33 Tahun Imamat 21 Sept. 1989 s/d 21 Sept. 2014

Penulis

:

Gregor Neonbasu, SVD

Penerbit

:

Galang Press

Tahun Cetak

:

2022

Halaman

:

348

ISBN

:

979-623-712-0155

Harga

:

Rp. 100.000

Status

:

Ada

 

Segala pengalaman iman, semua peristiwa insani, berbagai perjumpaan yang telah dianugerahkan Tuhan sepanjang tahun-tahun yang telah lewat, sungguh menunjuk “betapa Tuhan selalu setia memelihara hambaNya, betapa Tuhan senantiasa mencintai hambaNya di jalan karya keselamatan yang diprakarsai oleh Kekuatan Tuhan sendiri”. Sering dalam menjalankan tugas-tugas dan karya sebagai imam, akal, budi, kehendak dan perasaan sangatlah terbatas untuk menghayati kata-kata Bunda Maria yang adalah motto tahbisanku” “Aku ini hamba Tuhan”. Oleh karena itu seraya bertekuk lutut di hadirat Kelimpahan IlahiNya yang suci, ku-naikan puji syukur dan memohon ampun atas berbagai kekeliruan, kesalahan dan dosa-dosa yang tekah kulakukan sepanjang tahun-tahun yang telah lewat.

Karya tulis ini merupakan sebuah usaha kecil, semacam autobiografi dalam bentuk kisah-kisah lepas yang kemudian dijahit dengan menerapkan pendekatan tertentu sehingga dapat dengan mudah dicerna. Kendati terselip di sana sini refleksi serius! Kisah-kisah ini ada yang hidup dan dialami selama 25 dan 33 tahun, 21 September 1989 s/d 21 September 2014 (2022). Namun ad juga yang terpercik di balik refleksi pribadi. 



Via Dolorosa Kunci Kehidupan Manusia (Tamasya ke Dalam Hati dan Budi) Mengenang Prof. Dr. Guido Tisera, SVD

Via Dolorosa Kunci Kehidupan Manusia (Tamasya ke Dalam Hati dan Budi) Mengenang Prof. Dr. Guido Tisera, SVD

Judul

:

Via Dolorosa Kunci Kehidupan Manusia (Tamasya ke Dalam Hati dan Budi) Mengenang Prof. Dr. Guido Tisera, SVD

Editor

:

Gregor Neonbasu, SVD

Penerbit

:

Ledalero

Tahun Cetak

:

2012

Halaman

:

298

ISBN

:

979-9447-00-3

Harga

:

Rp. 120.000

Status

:

Ada

 

Sang guru – P. Guido Tisera, SVD yang selalu mengagumkan dalam penampilan akademiknya mengingatkan kita akan ungkapan Merleu Ponty, “Sang guru yang mengagumkan itu akan selamanya menafsirkan kenyataan yang selalu baru, ia akan merasa lebih hidup, dinamis dan kreatif dalam berpikir”. Lebih kanjut Merleu Ponty mengatakan, guru yang baik adalah homunculus atau “roh manusia kecil” yang dapat melihat apa yang nyata dan apa yang benar.

“Manusia kecil di dalam manusia” itu hanya roh tindakan-tindakan ekspresif kita yang berhasil dan manusia yang pantas dikagumi bukanlah roh ini, melainkan roh manusia lumrah yang tertanam dalam raganya yang ringkih, dalam bahasa yang begitu sering dipakai bicara, dan dalam sejarah yang terus bergulir – menyatukan segenap kekuatannya dan mulai melihat, mulai memahami dan mulai memberi arti. Tidak ada lagi yang dekoratif atau sekedar pernak-pernik hiasan dalam kemanusiaan saat ini. Tidak lagi mengutamakan jiwa yang diperlawankan dengan raga, pikiran yang dipertentangkan dengan bahasa, nilai-nilai yang di adu dengan fakta-fakta.

Jadi adalah sosok yang memberi arti pada setiap peristiwa, ia menghargai sejarah sebagai pantulan realitas obyektif yang harus ditempatkan pada ranah sosial yang yang tepat. Ia bijaksana dalam memadukan tuntutan jiwa dan raga sehingga tidak ada alasan untuk dipertentangkan. (Frieds Meko, SVD)



ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia