Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label Buku Antik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Antik. Tampilkan semua postingan
Sejarah Revolusi Kemerdekaan (1945 s/d 1949) Daerah Nusa Tenggara Timur

Sejarah Revolusi Kemerdekaan (1945 s/d 1949) Daerah Nusa Tenggara Timur

Judul

:

Sejarah Revolusi Kemerdekaan (1945 s/d 1949) Daerah Nusa Tenggara Timur

Penulis

:

Drs. Munandjar Widiyatmika, Drs. P.C. Kudu, Drs. S.P. Manao & A.M. Zesi, BA

Penerbit

:

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Nusa Tenggara Timur

Tahun Cetak

:

1980

Halaman

:

151

ISBN

:

 -

Harga

:

NFS

Status

:

Kosong

 

Sesudah Jepang bertekuk lutut, daerah Nusa Tenggara Timur kembali di bawah kekuasaan Belanda melalui NICA dan pemerintahan kembali ke status semula sebelum jaman Jepang. Namun dengan berdirinya NTT 24 Desember 1946. Daerah Nusa Tenggara Timur berstatus keresidenan yang dikepalai residen. Dan terdiri dari tiga afdeling yang dikepalai asisten residen. Situasi ini berlangsung sampai tahun 1949 pada masa penyerahan kedaulatan. Semenjak tahun 1950 wilayah Nusa Tenggara Timur merupakan sebuah keresidenan berada di bawah Propinsi Nusa Tenggara. Dan pada tahun 1958 Nusa Tenggara Timur berkembang menjadi sebuah Propinsi Nusa Tenggara Timur yang terdiri dari 12 kabupaten.



Swapradja, Sekarang dan dihari Kemudian

Swapradja, Sekarang dan dihari Kemudian

Judul

:

Swapradja, Sekarang dan dihari Kemudian

Penulis

:

Mr. Usep Ranawidjaja

Penerbit

:

Djambatan

Tahun Cetak

:

1955

Halaman

:

164

ISBN

:

-

Harga

:

Rp.250.000

Status

:

Kosong

 

Dengan tulisan ini saja mentjoba menguraikan segala sesuatu jang berhubungan dengan swapradja dalam negara Republik Indonesia dewasa ini setjara mudah dan singkat untuk dapat diambil manfaatnja oleh masjarakat kita, terutama oleh golongan peminat kenegaraan (politikus), golongan jang langsung atau tidak langsung ada sangkut pautnja dengan swapradja, dan golongan sardjana atau tjalon sardjana dalam lapangan hukum dan kenegaraan.

Kepada golongan politikus tulisan ini memberikan bahan-bahan dan tindjauan mengenai masalah swapradja untuk direnungkan lebih landjut atas dasar fahamnja masing-masing. Kenjataan adanja swapradja sebagai peninggalan sedjarah jang kita hadapi sekarang, harus mendapat penjelesaian jang bidjaksana dan tjepat sesuai dengan tjita-tjita kenegaraan bangsa kita. Untuk kepentingan ini diperlukan bahan-bahan setjukupnja dan tindjauan dari berbagai fihak. Sadar akan keperluan ini saja merasa wadjib untuk memberikan sumbangan sekedarnja dengan djalan tulisan jang serba singkat dan terbatas kepada soal-soal pokok ini. Mudah-mudahan para politikus jang berkumpul dalam D.P.R. dan Konstituante kemudian dapat mempergunakan tulisan ini untuk keperluan pemetjahan masalah swapradja.

Jang dimaksudkan dengan golongan jang ada sangkut pautnja dengan swapradja, ialah golongan pendjabat-pendjabat pemerintahan jang ada hubungannja dengan swapradja dan orang-orang jang ada di daerah swapradja masing-masing. Kepada mereka tulisan ini hendak memberikan keterangan tentang kedudukan swapradja dalam negara kita berhubung dengan sedjarah pertumbuhannja dan berhubung dengan peraturan-peraturan jang masih berlaku. Sampai sekarang tidak ada buku jang dapat dipergunakan sebagai pedoman atau sedikit-dikitnja memuat bahan untuk keperluan parktek pemerintahan, sedangkan para pendjabat harus menghadapi berbagai masalah hukum jang belum pernah diselidiki atau dipetjahkan oleh para sardjana. Keruwetan  tata hukum sebagian disebabkan oleh tjepatnja pertumbuhan hukum dalam waktu 10 tahun terachir ini, dan sebagian lagi disebabkan oleh tindakan-tindakan penguasa diluar batas haknja dengan tidak memperdulikan keharusan adanja kepastian hukum, atau karena penguasa itu benar-benar tidak mengetahui batas-batas haknja sendiri. Dan semoga tulisan ini dapat menolong mereka dalam menghadapi berbagai masalah hukum jang bersangkut paut dengan swapradja. (Penulis) 



Prof. dr. W.Z. Johannes

Prof. dr. W.Z. Johannes

Judul

:

Prof. dr. W.Z. Johannes

Penulis

:

Drs. R. Nalenan

Penerbit

:

PT. Bhratara Karya Aksara – Jakarta

Tahun Cetak

:

1984

Halaman

:

45

ISBN

:

-

Harga

:

Rp.45.000

Status

:

Ada

 

Prof. Johannes mulai mengabdikan diri di bidang kesehatan sebagai seorang dokter pada tahun 1920. Selama 32 tahun ia bekerja di bidang ini. Ia masuk pendidikan STOVIA pada tahun 1912. Lama pendidikan di STOVIA 10 tahun. Tingkat persiapan selama tiga tahun, dan tingkat akhir untuk mencapai gelar dokter selama 7 tahun . STOVIA merupakan peningkatan dari Sekolah Dokter Jawa yang berdiri pada tahun 1851. Meskipun disebut Sekolah Dokter Jawa, namun sekolah ini menerima juga mahasiswa-mahasiswa dari luar Jawa.

Selama menempuh pendidikan di STOVIA, pemuda Wilhelmus menampakkan kecerdasan yang tinggi. Pendidikan yang sebenarnya  harus ditempuh 10 tahun, ia selesaikan dalam wakttu 8 tahun. Sebelum masa penddikan selesai, ia sudah minta ikut ujian. Hak yang sama terjadi juga sewaktu di ELS. Di sini kita lihat bahwa di samping memiliki kecerdasan, pemuda Johannes memang berusaha keras untuk mempercepat pendidikannya. 



Pengembangan Ilmu Bahasa dan Pembinaan Bangsa

Pengembangan Ilmu Bahasa dan Pembinaan Bangsa

Judul

:

Pengembangan Ilmu Bahasa dan Pembinaan Bangsa (Laporan Pertemuan di Fakultas Sastra Universitas Indonesia dalam rangka Peringatan Hari Sumpah Pemuda 25-28 Oktober 1981)

Editor

:

Harimurti Kridalaksana

Penerbit

:

Nusa Indah

Tahun Cetak

:

1986

Halaman

:

528

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. 50.000

Status

:

Ada

 

Dalam memperingati Sumpah Pemuda 1928 Lembaga Linguistik Fakultas Sastra Universitas Indonesia telah menyelenggarakan suatu Forum Linguistik pada tanggal 26-28 Oktober 1981. Acara yang semula dimaksudkan untuk bertukar pikiran di antara para ahli dan mahasiswa Fakultas Sastra UI saja, ternyata telah menarik perhatian para ahli dan mahasiswa di luar Universitas Indonesia. Pertukaran pikiran dalam forum tersebut dirasakan sekali manfaatnya oleh semua peserta.

Forum Linguistik sekali ini bertema “Pengembangan Ilmu Bahasa dan Pembinaan Bangsa”, secara teknis, kita dapat mengamai 4 sub-tema: (1) mencari wawasan yang lebih mendalam tentang bahasa; (2) bahasa dalam pengungkapan pribadi dan masyarakat; (3) bahasa dalam konteks ruang dan waktu; (4) pengajaran bahasa dan pembinaan bahasa.

Adalah lazim bahwa dalam pertemuan ilmiah hasil-hasil penelitian mutakhir disajikan dan pandangan-pandangan baru diadu dengan pandangan-pandangan yang sudah mapan. Hasilnya ialah kemajuan selangkah atau beberapa langkah dalam ilmu dibahas itu. Forum Linguistik 1981 jelas sekali mencerminkan kemajuan dan perkembanngan yang dicapai oleh para penyelidik linguistik di Indonesia.

Agar kegunaan pertemuan ilmiah itu dapat tersebar luas, semua makalah yang disajikan dikumpulkan di sini setelah diperbaiki oleh penulisnya berdasarkan diskusi yang mengikuti setiap penyajian makalah. Seluruhnya dibagi atas 4 subtema yang kami sebutkan di atas.

 


Apresiasi Puisi dan Prosa

Apresiasi Puisi dan Prosa

Judul

:

Apresiasi Puisi dan Prosa

Penulis

:

Putu Arya Tirtawirya

Penerbit

:

Nusa Indah

Tahun Cetak

:

1995

Halaman

:

120

ISBN

:

979-429-075-0

Harga

:

Rp. 20.000

Status

:

Ada


para pelajar atau kaum muda pada umumnya seringkali mengalami kesulitan dalam menikmati karya sastra, apakah sebuah puisi, cerita pendek atau novel. Hal itu terjadi karena mereka kurang mendapat bimbingan yang terperinci bagaimana mengapresiasi karya sastra.

Buku tipis ini disusun guna membantu kaum muda atau kaum awam yang tertarik menikmati karya sastra atau bercita-cita menjadi penyair atau pengarang. Pengarang buku ini berusaha menunjukkan segi-segi yang khas dan unik dari sebuah karya sastra yang memungkinkan para pembaca mudah memahami dan menikmatinya.

Buku ini dibagi dalam dua bagian, yakni bagian puisi dan bagian prosa. Pokok-pokok yang dikemukakan antara lain: arti komunikasi sebuah sajak, bobot sebuh puisi, rahasia puisi, simbolisme, puisi transparan dan prismatis, proses lahirnya sebuah sajak, daya pikat sebuah cerpen, renungan dalam karya sastra, sastra dan jurnalistik, proses rampungnya sebuah cerpen, dan esai-esai menarik lainnya. 



Indonesia Revival Focus on Timor

Indonesia Revival Focus on Timor

Judul

:

Indonesia Revival Focus on Timor

Penulis

:

George W. Peters

Penerbit

:

The Zondervan Corporation Grand Rapids, Michigan

Bahasa

:

Inggris

Tahun Cetak

:

1973

Halaman

:

120

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. 110.000

Status

:

Ada


An In-depth study of Revival in Indonesia. A real revival has been taking place in Timor, Indonesia! Here is the truth about what has happened-separating fact from fabrication, accuracy from exaggeration. Dr. George W. Peters, professor of World Missions at Dallas Theological Seminary and a recognized authority in his field, has completed one of the most exhaustive studies ever made of spiritual revival in a foreign setting. He has sought for facts – in the framework of the Bible, the Christian experiences and the prevailing culture. In his inquiry he incorporates the tools of history, religion, psychology, sociology and anthropology – which sheds light on the narrative, supernatural phenomena, and abiding fruit of God’s work among the people of Indonesia. Truly a remarkable account of Indonesia’s revival! 



Si Buta dari Gua Hantu: Tragedi Larantuka Jilid 1-10

Si Buta dari Gua Hantu: Tragedi Larantuka Jilid 1-10

Judul

:

Si Buta dari Gua Hantu: Tragedi Larantuka Jilid 1-10

Penulis

:

Ganes TH

Penerbit

:

SBINMAS KODAK METRO

Tahun Cetak

:

1979-1980

Halaman

:

480

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. 350.000

Status

:

Ada

 

Larantuka adalah sebuah desa di lereng gunung, di tepi sebuah teluk yang permai bagaikan sebutir mutiara di ujung timur Pulau Flores. Berabad-abad lamanya ia tetap indah dan cantik. Kaya raya dengan hasil bumi serta lautnya.

Sampai pada suatu saat. Para pengusaha asing mulai tergiur oleh alam floranya. Hutan-hutan subur dibabatnya hingga yang tertinggal hanya tanah-tanah kering dan gundul. Malapetakapun segera melanda desa ini. Gerombolan babi hutan turun mencari sumber air dan menyerbu sisa-sisa ladang yang ada. Menimbulkan kesengsaraan bagi penduduknya.

Tuan Dumas, seorang dokter kulit putih yang sudah lama bermukim di desa tersebut. Dengan dibantu para penduduk serta pemburu-pemburu asing, mengerahkan ratusan ekor anjing, berhasil menumpas hama satwa liar itu. Namun musibah lain muncul, ratusan ekor anjing telah berkembang biak tanpa terkendali. Sehingga seluruh desa seakan-akan sudah dikuasai oleh hewan ini. Dan berjangkit pulalah wabah penyakit anjing gila yang menyebar dengan ganasnya, menimbulkan kepanikan kepada segenap penduduknya korban-korban pun berjatuhan.

Si Buta dari Gua Hantu, episode 10 ini merupakan logi ke tiga/terakhir dari trilogi: Perjalanan ke Neraka, Kabut Tinombala dan Tragedi Larantuka. Kisah Tragedi Larantuka, dimulai dari akhir kisah Tinombala. ketika Barda Mandrawata atau Si Buta dari Goa Hantu, memiliki kesepakatan untuk mengantarkan Meinar seorang janda beserta anaknya bernama Tara untuk mengunjungi orang tuanya yang sudah lama ditinggalkan di Larantuka Flores.

Kejadian nyata berupa banjir bandang di Larantuka yang terjadi 27 Februari 1979, menjadi inspirasi penulis dalam menuliskan kisah ini. Namun yang menarik adalah kisah lainnya dalam komik ini yaitu tentang wabah anjing rabies, yang ditahun penulisan komik ini tidak ada atau sekedar fiksi namun justru menjadi kenyataan kemudian di tahun 1997! 



ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia