Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label Buku Lamaholot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Lamaholot. Tampilkan semua postingan
Sebuah Cinta di Adonara

Sebuah Cinta di Adonara

Judul

:

Sebuah Cinta di Adonara

Penulis

:

Mayon Soetrisno

Penerbit

:

Progres – Jakarta

Tahun Cetak

:

2003

Halaman

:

114

ISBN

:

979-3359-39-0

Harga

:

Rp. 75.000

Status

:

Ada

 

Melarikan calon istri, memang masih merupakan adat di Adonara. Meskipun dapat berakibat fatal. Paling tidak kepala tebusannya! Di daerah kecil ini, pertarungan masih menggunakan simbol kejantanan. Ini yang mengakibatkan Adonara, yang terletak dekat Lombok, disebut sebagai “Pulau Pembunuh”. Sebutan keji, tetapi memiliki nilai keperkasaan.

Rojasa, sebagai guru Inpres mengerti betul tradisi Adonara, juga ketika dia menyintai Zari, seorang gadis kecil beriusia delapan belas tahun. Rojasa telah berhadapan dengan adat keras yang selama ini ditinggalkan sebagai guru SD di Adonara.

Ia menyintai Zari, tetapi ketika melamar, ayahnya, menatap dengan penuh kebencian.

==================

Sebuah Cinta di Adonara merupakan kumpulan tiga belas cerita pendek, tema yang ada pada ketiga belas cerpen ini bervariasi, namun seluruhnya mempelihatkan visi pengarangnya masing-masing di dalam mereka dan merespon realitas disekelilingnya.

 


Refleksi Pandangan Dunia Orang Lamaholot di Pulau Adonara dalam Kemasan Bahasa Ritual

Refleksi Pandangan Dunia Orang Lamaholot di Pulau Adonara dalam Kemasan Bahasa Ritual

Judul

:

Refleksi Pandangan Dunia Orang Lamaholot di Pulau Adonara dalam Kemasan Bahasa Ritual

Penulis

:

Simon Sabon Ola

Editor

:

Dr. Lanny Isabela Dwisyahri Koroh, S.Pd., M. Hum.

Penerbit

:

Lakeisha

Tahun Cetak

:

2024

Halaman

:

172

ISBN

:

978-623-119-191-5

Harga

:

Rp. 90.000

Status

:

Ada

 

Buku ini merupakan sebuah refleksi kultural dan perjalanan batin penulis sebagai orang Lamaholot-Adonara. Fakta budaya Lamaholot di Adonara telah lama menjadi sorotan peneliti dari berbagai belahan dunia, yang konon sebagian orang-orang yang merasa atau menyebut dirinya sebagai pemilik, tidak mendalaminya secara ilmiah. Sebagai bagian dari orang-orang itu, saya merasa berutang moral sehingga berusaha sekuat daya menulis buku ini, meskipun penuh dengan keterbatasan.

Secara umum buku ini membahas pandangan kosmologi orang Lamaholot di Pulau Adonara yang terangkum dalam Koda ‘kebenaran’ dan dikemas dalam tuturan ritual. Kemasan tuturan ritual Lamaholot yang menyimpan pandangan hidup secara linguistik dan secara kultural mencakup bentuk fungsi, makna, dan nilai. Cakupan ini menjadi bagian dari beberapa bab dari buku ini. Menurut pandangan semiotik, bentuk tertentu dimanfaatkan dalam mengemban fungsi dan mewahanai makna tertentu. Sebaliknya, fungsi dan makna tertentu itu tipikal terhadap bentuk tertentu. Begitu pula halnya bentuk, fungsi dan makna tertentu sebagaimana dipersepsikan oleh penutur berperan membangun nilai tertentu pula. 



Hubungan Etnomatematika Adonara dan Matematika Sekolah: Etnografi Matematika di Adonara

Hubungan Etnomatematika Adonara dan Matematika Sekolah: Etnografi Matematika di Adonara

Judul

:

Hubungan Etnomatematika Adonara dan Matematika Sekolah: Etnografi Matematika di Adonara

Penulis

:

Dr. Drs. Wara Sabon Dominikus, M.Sc

Penerbit

:

Media Nusantara Creative

Tahun Cetak

:

2021

Halaman

:

301

ISBN

:

978-602-462-659-4

Harga

:

Rp. 100.000

Status

:

Kosong

 

Etnomatematika adalah pengetahuan matematika suatu kelompok sosiokultural masyarakat termasuk jargon, kode, simbol, mitos, bahasa, bahkan cara-cara tertentu yang digunakan masyarakat untuk menalar dan menyimpulkan. Etnomatematika juga merupakan bagian dari penelitian tentang pengetahuan matematika atau matematika dalam suatu budaya dengan implikasi pedagogis, fokus pada seni dan teknik dalam menghitung, megukur, menjelaskan, dan memahami dalam menghadapi atau mengatasi lingkungan sosial budaya yang berbeda. Dalam lingkungan budaya yang berbeda akan berbeda pula etnomatematikanya.

Matematika dan budaya merupakan dua hal yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Pada satu sisi matematika dibentuk oleh budaya dan pada sisi yang lain matematika digunakan sebagai alat untuk membentuk dan memajukan budaya. Dengan kata lain matematika tidak bebas dari budaya tetapi terikat dengan budaya. Matematika sebagai konstruksi sosial-budaya dan terkandung dalam aktivitas manusia, sehingga dikatakan bahwa matematika adalah aktivitas manusia. Matematika atau pengetahuan matematika sesungguhnya sudah ada dalam setiap budaya sebagai suatu “matematika beku” (frozen mathematics). Dapat dikatakan bahwa matematika atau pengetahuan matematika terdapat dalam setiap budaya, “tertanam” dalam setiap budaya, dibentuk oleh setiap budaya, dipengaruhi oleh budaya, dan mempunyai bentuk tersendiri sesuai dengan kebutuhan lingkungan dan tujuan masyarakat. Dengan demikian matematika atau pengetahuan matematika dapat ditemukan dalam budaya Adonara. 


1965, Sebuah Novel

1965, Sebuah Novel

Judul

:

1965, Sebuah Novel

Penulis

:

Kopong Bunga Lamawuran

Penerbit

:

JBS Yogyakarta

Tahun Cetak

:

2023

Halaman

:

332

ISBN

:

978-623-7904-68-7

Harga

:

Rp. 145.000

Status

:

Ada

 

Berlatar di Pulau Adonara, Flores Timur, NTT, pembantaian ratusan manusia terjadi tanpa ada yang mengelak. Tapi kematian fisik adalah kematian paling akhir. Kematian paling awal adalah kematian gagasan, harapan, dan rencana, yang bahkan oleh petani-petani pun mengimpikannya. 1965 adalah novel yang menggambarkan pertentangan ide berkebangsaan yang justru terjadi di kalangan petani; sebuah perjalanan dan penelusuran meditatif atas kenangan dan tragedi secara pelan dan dalam. Novel yang menggambarkan secara terus terang kematian para petani tanpa tahu alasan kematiannya; satu cerita yang menjadi awal mula berakhirnya progresivitas orang-orang desa.

“Sebuah novel sejarah yang ditulis dengan sangat apik.”

--Yahya Ado, Inisiator Sekolah Alam Manusak, Kupang – NTT

“Penulis menghadirkan sejarah dari sudut pandang yang barangkali selama ini terselubung, dan itu tentu melewati proses panjang dengan mempertaruhkan segalanya.”

--Rebertus Fahik, Penulis dan Editor

“Deskripsi dan sentuhan emosi yang kuat dalam novel ini membawa sata seakan hadir menyaksikan cerita itu.”

--Fransiskus Pati Herin, Wartawan kompas

“Masa lampau 1965 di Pulau Adonara yang semula hanya berbentuk penggalan-penggalan cerita di kepala, segera mengalami keutuhan.”

--Roman Nama, Penyair 


Tubuh & Bahasa: Aspek-Aspek Linguistis Pengungkapan Pandangan Masyarakat Lewolema terhadap Kesehatan

Tubuh & Bahasa: Aspek-Aspek Linguistis Pengungkapan Pandangan Masyarakat Lewolema terhadap Kesehatan

Judul

:

Tubuh & Bahasa: Aspek-Aspek Linguistis Pengungkapan Pandangan Masyarakat Lewolema terhadap Kesehatan

Penulis

:

Chatarina Pancer Istiyani

Penerbit

:

Galang Press – Yogyakarta

Tahun Cetak

:

2004

Halaman

:

310

ISBN

:

979-9341-95-7

Harga

:

Rp.100.000

Status

:

Kosong

 

Membicarakan suatu pandangan berarti pula membicarakan suatu pengetahuan. Dihubungkan dengan bahasa, maka yang muncul pertama adalah pengetahuan, sedang bahasa merefleksikannya. Bahasa adalah bagian dari pengetahuan kita. Bahasa yang dimiliki seseorang dalam sebuah masyarakat merupakan hasil pengenalan (cognition) terhadap lingkungan sekitarnya dan karenanya terkait dengan kebudayaan.

Sistem kognitif terdiri dari pengetahuan, kepercayaan, dan nilai yang berada dalam pikiran setiap individu masyarakat. Sedang, bahasa sebagai salah satu unsur pokok kebudayaan itu merupakan sistem simbol. Maka, dalam bahasalah tersimpan khasanah kebudayaan suatu masyarakat.

Dalam alur pikir itu, buku ini menganalisis pandangan masyarakat Lewolema, Nusa Tenggara Timur (NTT), terhadap masalah kesehatan. Perunutan pandangan masyarakat Lewolema terhadap kesehatannya ditempuh melalui tiga ranah semantik dasar: kesehatan, sakit dan penyembuhan.

Analisis  buku ini menunjukkan keterkaitan erat antara bahasa, kesehatan dan pandangan hidup masyarakat Lewolema. Konsepsi masyarakat Lewolema terhadap kesehatan, seperti terekspresikan dalam bahasa mereka, ternyata tidak hanya meliputi kesehatan fisik tetapi juga kesehatan mental yang tercermin pada individu, masyarakat, maupun interrelasi sosial mereka. Pemaknaan mental ini menunjukkan bahwa orang dikatakan dalam keadaan fisik dan mental jika ia dapat memenuhi kebutuhan pokok, melaksanakan berbagai ritual, aktivitas sosial, menaati tata cara, anjuran dan mengidahkan larangan. Dinamika kondisi kesehatan individu dan masyarakat Lewolema dihasilkan oleh efek-efek kultural hubungan individu atau masyarakat dengan alam, sesama manusia, nenek moyang, dan Wujud Tertinggi yang menuju pada proses keseimbangan kosmis.

  


ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia