Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label Buku Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Sejarah. Tampilkan semua postingan
Buku Ajar Sejarah Bali dan Nusa Tenggara Suatu Pengantar Singkat

Buku Ajar Sejarah Bali dan Nusa Tenggara Suatu Pengantar Singkat

Judul

:

Buku Ajar Sejarah Bali dan Nusa Tenggara Suatu Pengantar Singkat

Penulis

:

Dr. Ketut Sedana Arta, S.Pd, M.Pd; R. Ahmad Ginanjar Purnawibawa, M. Hum. & I Wayan Putra Yasa, S.Pd., M.Pd.

Penerbit

:

Underline

Tahun Cetak

:

2023

Halaman

:

106

ISBN

:

978-623-09-6001-7

Harga

:

Rp. 68.000

Status

:

Ada

 

Motivasi penulis menyusun buku ini adalah karena kurangnya buku-buku sumber untuk mata kuliah Sejarah Bali dan Nusa Tenggara (Nusra). Buku-buku lama sudah memerlukan pembaruan, sementara buku baru tidak banyak yang membicarakan mengenai topik ini. Dalam penyusunan buku Sejarah Bali dan Nusa Tenggara (Nusra) ini tentunya kami menghadapi beberapa tantangan dan kendala, terutama ketersediaan sumber-sumber sejarah berupa prasasti yang memuat fajta dan tahun peristiwa tidak utuhm atau prasastinya aus/rusak karena alam serta kemungkinan ada prasasti yang belum ditemukan. Termasuk pula keterbatasan akses terhadap dokumen asli atau catatan asing yang diperlukan. Buku ini diawalli dengan pemaparan awal tentang Bali pada zaman prasejarah, Bali Kuno, Bali Pertengahan, Zaman Kebangkitan Nasional, serta Penataan Nusa Tenggara pada Masa Kolonial. Masing-masing babak tersebut dianggap mewakili periode penting dalam perjalanan sejarah di Bali dan Nusa Tenggara.



Sejarah Revolusi Kemerdekaan (1945 s/d 1949) Daerah Nusa Tenggara Timur

Sejarah Revolusi Kemerdekaan (1945 s/d 1949) Daerah Nusa Tenggara Timur

Judul

:

Sejarah Revolusi Kemerdekaan (1945 s/d 1949) Daerah Nusa Tenggara Timur

Penulis

:

Drs. Munandjar Widiyatmika, Drs. P.C. Kudu, Drs. S.P. Manao & A.M. Zesi, BA

Penerbit

:

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Nusa Tenggara Timur

Tahun Cetak

:

1980

Halaman

:

151

ISBN

:

 -

Harga

:

NFS

Status

:

Kosong

 

Sesudah Jepang bertekuk lutut, daerah Nusa Tenggara Timur kembali di bawah kekuasaan Belanda melalui NICA dan pemerintahan kembali ke status semula sebelum jaman Jepang. Namun dengan berdirinya NTT 24 Desember 1946. Daerah Nusa Tenggara Timur berstatus keresidenan yang dikepalai residen. Dan terdiri dari tiga afdeling yang dikepalai asisten residen. Situasi ini berlangsung sampai tahun 1949 pada masa penyerahan kedaulatan. Semenjak tahun 1950 wilayah Nusa Tenggara Timur merupakan sebuah keresidenan berada di bawah Propinsi Nusa Tenggara. Dan pada tahun 1958 Nusa Tenggara Timur berkembang menjadi sebuah Propinsi Nusa Tenggara Timur yang terdiri dari 12 kabupaten.



Memori Jenderal Yoga

Memori Jenderal Yoga

Judul

:

Memori Jenderal Yoga

Penyunting

:

B. Wiwoho & Banjar Chaeruddin

Penerbit

:

PT. Bina Rena Pariwara

Tahun Cetak

:

1990

Halaman

:

524

ISBN

:

979-8175-00-X

Harga

:

Rp. 100.000

Status

:

Ada

 

Ali Moertopo: “Begitu G30S meletus, orang yang langsung memberikan reaksi dan menyatakan bahwa itu perbuatan PKI adalah Pak Yoga”.

Mayjen TNI Soedibyo: “Pertemuan-pertemuan berikutnya, bertahun-tahun kemudian dalam organisasi-organisasi ABRI, kemudian saya tahu bahwa memang betul Pak Yoga adalah orang yang brilian. Ini bukan kecap. Beliau bisa dan biasa memberikan briefing tanpa teks mengenai berbagai masalah dengan ruang lingkup yang luas dan analisa yang orang lain belum membuat”.

Lendy R. Tumbelaka: “Melalui pendekatan diplomasi yang gemilang. Bapak Yogi Sugomo bersama dengan Bapak Hasnan Habib akhirnya berhasil meyakinkan Pemerintah Thailand untuk menyetujui diadakan tindakan militer terhadap para pembajak Woyla”.

Rujito: “Beliau tidak pernah absen dalam segala peristiwa perjuangan nasional. Kedua, beliau sampai mantannya, tidak cacat di dalam kedinasannya”.

Memori Jenderal Yoga, memuat kilas balik berbagai peristiwa nasional seperti Malari, Kasus Sawito, Integrasi Timor Timur (Bab 14), Operasi Woyla, hubungan Soeharto-Yoga-Ali Moertopo serta pandangan Yoga mengenai Tantangan Masa Depan. 



1965, Sebuah Novel

1965, Sebuah Novel

Judul

:

1965, Sebuah Novel

Penulis

:

Kopong Bunga Lamawuran

Penerbit

:

JBS Yogyakarta

Tahun Cetak

:

2023

Halaman

:

332

ISBN

:

978-623-7904-68-7

Harga

:

Rp. 145.000

Status

:

Ada

 

Berlatar di Pulau Adonara, Flores Timur, NTT, pembantaian ratusan manusia terjadi tanpa ada yang mengelak. Tapi kematian fisik adalah kematian paling akhir. Kematian paling awal adalah kematian gagasan, harapan, dan rencana, yang bahkan oleh petani-petani pun mengimpikannya. 1965 adalah novel yang menggambarkan pertentangan ide berkebangsaan yang justru terjadi di kalangan petani; sebuah perjalanan dan penelusuran meditatif atas kenangan dan tragedi secara pelan dan dalam. Novel yang menggambarkan secara terus terang kematian para petani tanpa tahu alasan kematiannya; satu cerita yang menjadi awal mula berakhirnya progresivitas orang-orang desa.

“Sebuah novel sejarah yang ditulis dengan sangat apik.”

--Yahya Ado, Inisiator Sekolah Alam Manusak, Kupang – NTT

“Penulis menghadirkan sejarah dari sudut pandang yang barangkali selama ini terselubung, dan itu tentu melewati proses panjang dengan mempertaruhkan segalanya.”

--Rebertus Fahik, Penulis dan Editor

“Deskripsi dan sentuhan emosi yang kuat dalam novel ini membawa sata seakan hadir menyaksikan cerita itu.”

--Fransiskus Pati Herin, Wartawan kompas

“Masa lampau 1965 di Pulau Adonara yang semula hanya berbentuk penggalan-penggalan cerita di kepala, segera mengalami keutuhan.”

--Roman Nama, Penyair 


Malapetaka Nasional di Maumere

Malapetaka Nasional di Maumere

Majalah

:

TEMPO

Judul

:

Malapetaka Nasional di Maumere

No.

:

43 Tahun XXII

Tanggal Terbit

:

26 Desember 1992

ISSN

:

0226-4273

Halaman

:

108

Harga

:

Rp. 75.000

Status

:

Ada

 

Setelah gempa dahsyat disusul badai tsunami menerjang pulau itu Flores, barangkali lebih tepat disebut pulau yang sedang menderita. Empat kabupaten di sana, Sikka, Ngada, Ende dan Flores Timur, seakan berhenti berdetak.

Menurut catatan posko penanggulangan bencana di daerah itu, sampai akhir pekan lalu. Korban yang tewas sudah lebih dari 2.400 orang. Gempa dan gelombang tsunami itu mengakibatkan sekitar 18 ribu rumah hancur, 113 sekolah porak-poranda, 211 kantor rusak berat, 120 tempat ibadah -sebagian besar diantaranya gereja- tak lagi bisa dipakai, dan lima jalan utama lumpuh. Ini bukan lagi kepalang tanggung. Menurut taksiran sementara kerugian mencapai Rp. 200 milyar. Karena itu, ada yang bilang, kondisi kabupaten ini sekarang mundur ke Pelita pertama. Inilah gempa bumi dengan korban terbesar sepanjang serah republik ini. 



Sejarah Kereta Api di Manggarai, Batavia 1913-1942

Sejarah Kereta Api di Manggarai, Batavia 1913-1942

Judul

:

Sejarah Kereta Api di Manggarai, Batavia 1913-1942

Penulis

:

Anang Ramadhan

Penerbit

:

Pustaka Indis

Tahun Cetak

:

2021

Halaman

:

120

ISBN

:

978-623-5618-02-9

Harga

:

Rp.58.000

Status

:

Kosong

 

Kawasan stasiun kereta api di Manggarai dibangun oleh Staatsspoorwegen pada tahun 1913 menggantikan stasiun Boekit Doeri. Selain membangun stasiun, Staatsspoorwegen juga membangun bengkel kereta api di belakang stasiun Manggarai yaitu Hoofd Werksplaaten te Manggarai dan sekarang bernama Balai Yasa Manggarai. Stasiun Manggarai dibangun dengan tujuan meluaskan akses kereta api untuk masyarakat Batavia dan sekitarnya. Sebagai salah satu statsiun besar di Batavia, Stasiun Manggarai melayani perjalanan lokal dan perjalanan jauh ke wilayah Jawa seperti Bandung, Semarang, Jogjakarta, dan Surabaya, selain itu juga Stasiun Manggarai juga menjadi salah satu stasiun yang memiliki aktivitas pengiriman barang yang cukup besar. Jalur di lintas Stasiun Manggarai baru di elektrifikasi pada tahun 1928, sejak saat itu juga jumlah perjalanan kereta di wilayah Batavia juga bertambah. Terjadinya depresi ekonomi tahun 1930 aktivitas di Stasiun Manggarai juga berdampak, seperti pengurangan gaji, sampai pemecatan beberapa pekerja.

Aktifitas di Stasiun Manggarai baru mulai membaik pada tahun 1938, hal itu juga membuat keuangan Staatsspoorwegen juga mulai membaik. Kedatangan Jepang di Indonesia pada tahun 1942 membawa perubahan bagi semua sektor, Stasiun Manggarai menjadi salah satu stasiun utama yang dijadikan sebagai pangkalan kedatangan tentara Jepang dari pelabuhan, selain itu juga Hoofd Werksplaaten Te Manggarai diubah namanya menjadi seperti sekarang yaitu Balai Yasa Manggarai. 



ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia