Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label Buku Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Sastra. Tampilkan semua postingan
Warcoyo, Narasi Perempuan Sumba

Warcoyo, Narasi Perempuan Sumba

Judul

:

Warcoyo, Narasi Perempuan Sumba

Penulis

:

Dony Kleden

Penerbit

:

Lintang Pustaka Utama Yogyakarta

Tahun Cetak

:

2021

Halaman

:

220

ISBN

:

978-623-7514-49-7

Harga

:

Rp. 75.000

Status

:

Ada


Novel Warcoyo (yang artinya perempuan, dalam bahasa Kodi), sesungguhnya hadir dalam suatu rasa hati yang bangga, kagum dan decak menyaksikan  para perempuan hebat yang dengan sekuat tenaga dan berani memerankan sebuah drama yang didalamnya banyak menghadirkan sulit dan deraian air mata. Tetapi cerita yang diangkat di dalam novel ini mau memberi sari hati yang bisa merangsang para perempuan lain untuk berperan dengan cara yang sama di tengah dunia yang sangat kompetitif dan menjarakkan diri dari satu dengan yang lainnya. Juga cerita dalam novel ini mau memberi arahan pada para pembaca khususnya perempuan untuk terus berperan dan berandil, berjuang dan mau menghadirkan diri sebagai pribadi yang mandiri dan kuat, untuk membungkam takdir maskulin yang sering memenjara dan mengekang. Dengan demikian, saripati dari novel ini bisa menjadi suluh bagi para perempuan yang tengah gundah menghadapi realitas dunianya yang sering tidak adil. 



Cermin Buram Rambu, tentang Gerhana Kehidupan ‘Voice of the Voiceless’

Cermin Buram Rambu, tentang Gerhana Kehidupan ‘Voice of the Voiceless’

Judul

:

Cermin Buram Rambu, tentang Gerhana Kehidupan ‘Voice of the Voiceless’

Penyunting

:

Dony Kleden

Penerbit

:

Lintang Pustaka Utama Yogyakarta

Tahun Cetak

:

2017

Halaman

:

210

ISBN

:

978-602-1546-73-4

Harga

:

Rp. 75.000

Status

:

Ada

 

September telah datang dalam musimnya. Senja hari ini kembali bertakhtakan mendung yang kelabu. Angin sepoi-sepoi basah mencoba masuk membasahi hati dan pikiranku yang tengah rindu dirimu seorang. Dan pada heningnya kalbu ini, rindu hanya termangu menanti sapa dan sentuhmu yang lembut, yang tulus, selembut dan setulus cintamu padaku. Aku sungguh merasakan itu.

Dan pada gerahnya hari di Yogyakarta di bulan September, kau datang lagi membawa hidup. Yah…. Hidupku yang sejak kau tinggal pergi untuk beberapa bulan terasa hambar dan tawar.

September datang mengurai kembali sucinya cinta kita, cinta yang hanya dibangun di atas dasar setia dan percaya. Yah, setia dan percaya… sebab tanpa setia dan percaya, cinta menjadi mudah dusta dan khianat. Kuyakin ini tidak ada diantara kita.



Kabola, Narasi Perempuan Sumba ‘Voice of the Voiceless’

Kabola, Narasi Perempuan Sumba ‘Voice of the Voiceless’

Judul

:

Kabola, Narasi Perempuan Sumba ‘Voice of the Voiceless’

Penyunting

:

Dony Kleden

Penerbit

:

Lintang Pustaka Utama Yogyakarta

Tahun Cetak

:

2016

Halaman

:

216

ISBN

:

978-602-1546-50-5

Harga

:

Rp. 75.000

Status

:

Ada


Novel Kabola yang sedang di tangan anda ini adalah sebuah rekaman realitas, sebuah potret realitas dengan lokus potret kehidupan orang Wewewa, di Sumba Barat Daya. Novel ini adalah hasil riset kecil saya di Wewewa terkait dengan adat kebiasaan, khususnya pernikahan orang Wewewa. Namun kalau anda membacanya secara seksama dan kritis, anda akan menemukan banyak hal terkait budaya yang ingin disampaikan dari novel ini. Peristiwa pernikahan yang diperankan oleh Belva dalam novel ini sesungguhnya hanyalah sebuah lubang intip untuk membaca peristiwa budaya yang lain, mengingat suatu praktek budaya tidak steril dari pengaruh praktek budaya lain. Bisa dikatakan bahwa budaya bukanlah suatu entitas tunggal yang hanya hadir untuk dirinya sendiri. Budaya adalah sebuah bentukan, yang didalamnya ada banyak elemen yang dikandung. 



Sebuah Cinta di Adonara

Sebuah Cinta di Adonara

Judul

:

Sebuah Cinta di Adonara

Penulis

:

Mayon Soetrisno

Penerbit

:

Progres – Jakarta

Tahun Cetak

:

2003

Halaman

:

114

ISBN

:

979-3359-39-0

Harga

:

Rp. 75.000

Status

:

Ada

 

Melarikan calon istri, memang masih merupakan adat di Adonara. Meskipun dapat berakibat fatal. Paling tidak kepala tebusannya! Di daerah kecil ini, pertarungan masih menggunakan simbol kejantanan. Ini yang mengakibatkan Adonara, yang terletak dekat Lombok, disebut sebagai “Pulau Pembunuh”. Sebutan keji, tetapi memiliki nilai keperkasaan.

Rojasa, sebagai guru Inpres mengerti betul tradisi Adonara, juga ketika dia menyintai Zari, seorang gadis kecil beriusia delapan belas tahun. Rojasa telah berhadapan dengan adat keras yang selama ini ditinggalkan sebagai guru SD di Adonara.

Ia menyintai Zari, tetapi ketika melamar, ayahnya, menatap dengan penuh kebencian.

==================

Sebuah Cinta di Adonara merupakan kumpulan tiga belas cerita pendek, tema yang ada pada ketiga belas cerpen ini bervariasi, namun seluruhnya mempelihatkan visi pengarangnya masing-masing di dalam mereka dan merespon realitas disekelilingnya.

 


Nilai Budaya dalam Sastra Lisan Sabu

Nilai Budaya dalam Sastra Lisan Sabu

Judul

:

Nilai Budaya dalam Sastra Lisan Sabu

Penulis

:

A.Ratu Koreh, Tarno, L. Djuli, H. Pada, & F. Sutini

Penerbit

:

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Nusa Tenggara Timur

Tahun Cetak

:

1998

Halaman

:

136

ISBN

:

979-459-850-X

Harga

:

Rp. 65.000

Status

:

Ada

 

Sastra lisan Sabu merupakan salah satu sastra lisan di Nusa Tenggara Timur. Sastra lisan Sabu ini berkembang dan tersebar dalam masyarakat Sabu, terutama yang menetap di kepulauan Sabu. Kepulauan Sabu merupakan wilayah Kabupaten Kupang, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Kepulauan Sabu terdiri atas dua kecamatan, yaitu Kecamatan Sabu Barat dengan ibu kota Seba dab Sabu Timur dengan ibu kota Bolou, serta sebuah daerah perwakilan kecamatan, yaitu Raijua.

Bahasa sehari-hari masyarakat Sabu adalah bahasa Sabu dan bahasa Indonesia, tetapi masih ada yang hanya bisa berbicara dengan bahasa Sabu, memiliki empat dialek, yaitu (1) Seba, (2) Mesara, (3) Timu, (4) Liae (Walker, 1982:3).

Masyarakat Sabu masih mempertahankan adat istiadat yang memiliki keunikan tersendiri. Salah satu keunikan yang menarik adalah upacara adat, selain tatanan upacara yang unik, ada juga yang lebih menarik, yaitu tuturan adat yang selalu menyertai upacara adat tersebut. Tuturan adat memiliki keunikan yang bernilai sastra tinggi.



Sastra Lisan Ngadha di Bajawa

Sastra Lisan Ngadha di Bajawa

Judul

:

Sastra Lisan Ngadha di Bajawa

Penyunting

:

Firmina Angelanai, Watu Yohanes Vianey, Fransiskus Sanda & Alex A. Kabelen

Penerbit

:

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta

Tahun Cetak

:

1999

Halaman

:

218

ISBN

:

979-459-988-3

Harga

:

Rp. 85.000

Status

:

Ada

 

Sastra lisan Ngadha adalah salah satu sastra daerah yang hidup di antara ribuan sastra daerah yang lain di kepulauan Indonesia. Sastra lisan Ngadha hidup dan tersebar di tengah-tengah etnik Ngadha, yang mendiami sebagian wilayah di Daerah Tingkat II Ngada, yang berbatasan dengan Kecamatan Nagekeo di sebelah timur, Kecamatan Riung di sebelah barat, dan Kecamatan Aesesa di sebelah utara. Etnik ini mendiami wilayah Kecamatan Golewa, Kecamatan Aimere, Kecamatan Bajawa, dan Kecamatan Ngada Bawa di Bajawa. Berdasarkan data statistik tahun 1993, jumlah penduduk etnis ini adalah 82.218 orang. Dari jumlah tersebut, tidak semuanya memiliki kemampuan bertutur sastra.

Sastra lisan Ngadha memiliki fungsi ganda. Ada yang berfungsi sebagai hiburan, adapula yang berfungsi hikmat nasihat dan keramat, karena mengandung nilai luhur yang diturunkan leluhur masyarakat pendukungnya. Masyarakat Ngadha, terutama yang berasal dari generasi tua, tidak sekedar mengagumi keindahan sastra lisannya, tetapi lebih jauh dari itu, mereka juga menghayati dengan perasaan penuh hormat dan patuh. 



Kemelut Kasta

Kemelut Kasta

Judul

:

Kemelut Kasta

Penulis

:

Aris Woghe

Penerbit

:

CV. Jejak

Tahun Cetak

:

2020

Halaman

:

170

ISBN

:

979-623-247-677-6

Harga

:

Rp. 95.000

Status

:

Ada

 

Novel Kemelut Kasta menyajikan seluk beluk tradisi kasta di etnis Ngada, Flores, yang dibalut dalam kisah asmara dan prahara cinta dua sejoli beda kasta, Simon dan Maria. Kisah perjodohan, perlawanan dan pelarian mereka adalah cerita tak terpisahkan yang menjadikan novel ini menarik untuk dibaca. Akankah upaya mereka mendobrak tradisi kasta yang dirasa mengekang kebebasan, berakhir indah? ; Atau sebaliknya, mereka harus mengubur dalam-dalam perasaan cinta di tengah derasnya arus penolakan. Novel ini menarik karena mengangkat kehidupan sosial dan budaya masyarakat Ngada, Flores ke permukaan. 



ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia