Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label Buku Kamus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Kamus. Tampilkan semua postingan
Kamus Bahasa Palu’e – Indonesia, Sura ca Sara Lu’a – Indonesia

Kamus Bahasa Palu’e – Indonesia, Sura ca Sara Lu’a – Indonesia

Judul

:

Kamus Bahasa Palu’e – Indonesia, Sura ca Sara Lu’a – Indonesia

Penyusun

:

Stefan Danerek

Penerbit

:

UI Publishing

Tahun Cetak

:

2019

Halaman

:

222

ISBN

:

978-979-456-839-2

Harga

:

Rp. 100.000

Status

:

Ada

 

Kamus ini merupakan hasil penelitian dokumentasi bahasa Palu’e yang telah dijalankan penyusun secara kerjasama dengan orang lokal. Dikembangkan bersamaan dengan sebuah koleksi rekaman suara berbagai logat dan wilayah adat. Selain kamus, diuraikan tentang penelitian dokumentasi, dilengkapi ringkasan tata bahasa dan daftar kosa kata  Inggris-Indonesia-Palu’e. kamus disusun dengan perhatian pada variasi yang nyata dan supaya dapat berperan sebagai leksikon budaya yang bermanfaat untuk berbagai bidang. Diharapkan berguna untuk semua kalangan yang ingin belajar tentang bahasa dan budaya Palu’e, khususnya mereka yang mengalami ‘peralihan bahasa’.



Trilingual Vocabulary Book (English-Indonesia-Uab Meto)

Trilingual Vocabulary Book (English-Indonesia-Uab Meto)

Judul

:

Trilingual Vocabulary Book (English-Indonesia-Uab Meto)

Penulis

:

Eric Alexander Gale Bangngu & Heidy Wulandari

Penerbit

:

Deepublish

Tahun Cetak

:

2021

Halaman

:

152

ISBN

:

978-623-02-3046-2

Harga

:

Rp. 75.000

Status

:

Ada

 

Buku ini merupakan sebuah buku berisi kosakata dalam tiga bahasa yaitu bahasa Inggris, bahasa Indonesia, dan Uab Meto. Adanya quiz di setiap bab dari buku ini diharapkan dapat membantu pembaca untuk mengukur penguasaan mereka terhadap ketiga bahasa tersebut. Target pengguna dari buku ini adalah pembelajar bahasa di wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan baik yang tinggal di kota maupun di pedalaman. Didasarkan pada kenyataan bahwa penggunaan Uab Meto oleh generasi muda di ibu kota kabupaten akhir-akhir ini mulai berkurang, penulis berinisiatif membuat buku ini untuk mencegah terjadinya kepunahan bahasa daerah di Pulau Timor yaitu Uab Meto. Selain mencegah kepunahan bahasa, penulisan buku ini juga dilakukan untuk membantu siswa-siswa di pedalaman Pulau Timor untuk belajar bahasa Inggris dengan membandingkannya pada bahasa yang mereka gunakan sehari-hari yaitu Uab Meto. Keterbatasan siswa-siswa di pedalaman dalam menggunakan bahasa Inggris diharapkan dapat ditingkatkan dengan adanya buku ini. Selain itu, guru bahasa Inggris dari daerah lain yang ditempatkan di pedalaman Pulau Timor dapat menggunakan buku ini untuk memahami kosakata dalam Uab Meto sekaligus mengajarkan bahasa Inggris sembari menggunakan buku ini sebagai pendamping bahan ajar. 



Kamus Pengantar Bahasa Amfo’an – Indonesia, Dengan Daftar Kata Bahasa Indonesia - Amfo’an

Kamus Pengantar Bahasa Amfo’an – Indonesia, Dengan Daftar Kata Bahasa Indonesia - Amfo’an

Judul

:

Kamus Pengantar Bahasa Amfo’an – Indonesia, Dengan Daftar Kata Bahasa Indonesia - Amfo’an

Penyusun

:

Prof. Dr. Charles E. Grimes, Ph.D dkk

Penerbit

:

Unit Bahasa & Budaya (UBB)

Tahun Cetak

:

2021

Halaman

:

328

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. 75.000

Status

:

Kosong

 

Bahasa Amfo’an ditutur oleh kurang-lebih 20.000 orang sebagai bahasa utama mereka. Bahasa Amfo’an merupakan salah satu di antara banyak variasi dalam bahasa-bahasa rumpun Meto, yang dipakai di sebelah barat pulau Tmor di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Perbedaab dialek-dialek bahasa Amfo’an belum diteliti dengan baik, namun ada perbedaan di bagian-bagian utara-tengah-selatan-barat yang diakui oleh banyak penutur. Selain itu, terdapat berbagai variasi di dalam pembagian-pembagian tersebut yang bernama. Menurut nara sumber kami, ada sekitar 14 dialek bahasa Amfo’an. Bahasa Amfo’an di Lelogama (di kelompok selatan) ialah variasi utama di dalam kamus ini.

Meto menjadi nama dalam yang digunakan para penutur untuk mencakup semua variasi bahasa Meto, apabila mudah dimengerti atau tidak. Istilah Atoni merujuk pada orangnya, bukan bahasanya. Katanya istilah Dawan berarti “musuh” dalam bahasa lain, dan ditolak oleh banyak orang berbahasa Meto – yang juga sadar bahwa bahasa-bahasa Meto sendiri tidak mempunyai bunyi /d/. Istilah Timor dianggap kurang tepat karena banyak etnis lain di pulau Timor juga. Istilah Uab Meto sering terdengar tapi uab berarti ‘bahasa’ (Amfo’an: Aguab), sehingga ‘bahasa Uab Meto’ kaku dan berkelebihan. 



Kamus Bahasa Manggarai-Indonesia Indonesia-Manggarai: Dokumen, Refleksi, dan Inspirasi Budaya

Kamus Bahasa Manggarai-Indonesia Indonesia-Manggarai: Dokumen, Refleksi, dan Inspirasi Budaya

Judul

:

Kamus Bahasa Manggarai-Indonesia Indonesia-Manggarai: Dokumen, Refleksi, dan Inspirasi Budaya

Penulis

:

Robert S. Ebat & Fransiskus Ebat

Penerbit

:

-

Tahun Cetak

:

2018

Halaman

:

646

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. 125.000

Status

:

Ada


Meskipun jumlah penutur bahasa Manggarai masih di atas ambang batas kategori bahasa yang punah, namun bahasa Manggarai telah dan sedang mengalami proses kepunahan. Pada gilirannya proses kepunahan ini akan menyebabkan budaya dan nilai-nilai bijak Manggarai ikut hilang, sampai akhirnya Manggarai tanpa identitas. Banyak kata dalam Curup Manggarai (bahasa Manggarai yang hilang dari kehidupan sehari-hari, serta meningkatnya jumlah penutur yang tidak terlalu mengerti atau bisa menggunakan bahasa ini lagi. Bahasa ini adalah bukan sekedar bahasa para penutur masa lalu, tetapi bahasa ini adalah bahasa ibu yang penting manfaatnya bagi kebersamaan ‘lawa’ Manggarai. Dalam kaca mata iman, kita pun percaya, kalau Curup Manggarai ini adalah anugerah Allah (Mori Kraeng) untuk “ata manggarai” dan keturunannya. Oleh karena itu, buku ini hadir, tidak hanya sekedar Kamus Bahasa, tetapi merupakan bank kata, kumpulan contoh kalimat, petunjuk cara bertutur serta informasi budaya Manggarai. Disajikan juga mengenai latar belakang kehidupan penutur pendahulu, catatan budaya dan kebiasaan orang Manggarai, serta beberapa kata ungkapan atau kalimat kiasan (goet). Sangat dianjurkan untuk dipelajari oleh generasi muda dan anak-anak Manggarai, baik yang tinggal di Manggarai, maupun “ata kaeng peang” serta cocok dipakai oleh para menantu yang bukan orang Manggarai, serta orang-orang yang berkeinginan mempelajari budaya Manggarai. “Neka oke kuni agu kalo’d lawa”. 



ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia