Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label Buku Rote. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Rote. Tampilkan semua postingan
Gula Lempeng Rote: Proses Produksi, Sosio-Ekonomi, dan Pelembagaan

Gula Lempeng Rote: Proses Produksi, Sosio-Ekonomi, dan Pelembagaan

Judul

:

Gula Lempeng Rote: Proses Produksi, Sosio-Ekonomi, dan Pelembagaan

Penulis

:

Didimus Dedi Dhosa

Editor

:

Andriyanto

Penerbit

:

Underline

Tahun Cetak

:

2024

Halaman

:

98

ISBN

:

978-623-88839-7-4

Harga

:

Rp. 66.000

Status

:

Ada

 

Warisan kebudayaan entah berapa material maupun non material adalah kazanah paling penting yang dimiliki oleh masyarakat nusantara. Di balik warisan itu tepatri dengan jelas peradaban masyarakat khususnya relasi di antara manusia dan relasi antara manusia dengan alam. Kebudayaan menampilkan bagaimana metode manusia mengelola alam, dan bagaimana alam dilestarikan untuk kepentingan keutuhan ekologi. Buku ini merupakan salah satu ikhtiar untuk mendokumentasikan kembali warisan kebudayaan lokal yang telah menghidupkan masyarakat yang mendiami gugus pulau paling selatan Indonesia, Rote-Ndao. Khususnya pada pembuatan bahan makanan tradisional gula lempeng. Penasaran seperti apa gula lempeng dari Rote? Temukan jawabannya di dalam buku ini!



Prof. dr. W.Z. Johannes

Prof. dr. W.Z. Johannes

Judul

:

Prof. dr. W.Z. Johannes

Penulis

:

Drs. R. Nalenan

Penerbit

:

PT. Bhratara Karya Aksara – Jakarta

Tahun Cetak

:

1984

Halaman

:

45

ISBN

:

-

Harga

:

Rp.45.000

Status

:

Ada

 

Prof. Johannes mulai mengabdikan diri di bidang kesehatan sebagai seorang dokter pada tahun 1920. Selama 32 tahun ia bekerja di bidang ini. Ia masuk pendidikan STOVIA pada tahun 1912. Lama pendidikan di STOVIA 10 tahun. Tingkat persiapan selama tiga tahun, dan tingkat akhir untuk mencapai gelar dokter selama 7 tahun . STOVIA merupakan peningkatan dari Sekolah Dokter Jawa yang berdiri pada tahun 1851. Meskipun disebut Sekolah Dokter Jawa, namun sekolah ini menerima juga mahasiswa-mahasiswa dari luar Jawa.

Selama menempuh pendidikan di STOVIA, pemuda Wilhelmus menampakkan kecerdasan yang tinggi. Pendidikan yang sebenarnya  harus ditempuh 10 tahun, ia selesaikan dalam wakttu 8 tahun. Sebelum masa penddikan selesai, ia sudah minta ikut ujian. Hak yang sama terjadi juga sewaktu di ELS. Di sini kita lihat bahwa di samping memiliki kecerdasan, pemuda Johannes memang berusaha keras untuk mempercepat pendidikannya. 



ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia