Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label Buku Maritim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Maritim. Tampilkan semua postingan
Kamus Bahasa Palu’e – Indonesia, Sura ca Sara Lu’a – Indonesia

Kamus Bahasa Palu’e – Indonesia, Sura ca Sara Lu’a – Indonesia

Judul

:

Kamus Bahasa Palu’e – Indonesia, Sura ca Sara Lu’a – Indonesia

Penyusun

:

Stefan Danerek

Penerbit

:

UI Publishing

Tahun Cetak

:

2019

Halaman

:

222

ISBN

:

978-979-456-839-2

Harga

:

Rp. 100.000

Status

:

Ada

 

Kamus ini merupakan hasil penelitian dokumentasi bahasa Palu’e yang telah dijalankan penyusun secara kerjasama dengan orang lokal. Dikembangkan bersamaan dengan sebuah koleksi rekaman suara berbagai logat dan wilayah adat. Selain kamus, diuraikan tentang penelitian dokumentasi, dilengkapi ringkasan tata bahasa dan daftar kosa kata  Inggris-Indonesia-Palu’e. kamus disusun dengan perhatian pada variasi yang nyata dan supaya dapat berperan sebagai leksikon budaya yang bermanfaat untuk berbagai bidang. Diharapkan berguna untuk semua kalangan yang ingin belajar tentang bahasa dan budaya Palu’e, khususnya mereka yang mengalami ‘peralihan bahasa’.



Diaspora Melanesia di Nusantara

Diaspora Melanesia di Nusantara

Judul

:

Diaspora Melanesia di Nusantara

Editor

:

Taufik Abdullah & Mukhlis PaEni

Penerbit

:

Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Tahun Cetak

:

2015

Halaman

:

436

ISBN

:

978-602-1289-19-8

Harga

:

NFS

Status

:

Kosong

 

Buku ini berisi kajian keilmuan tentang populasi dan kebudayaan Melanesia. Diselenggarakan oleh para ilmuan terkemuka di bidang arkeologi, geologi, genetika, antropologi, sejarah, dan linguistik, buku ini membahas masalah Pembentukan Kepulauan Nusantara, Persebaran Penduduk (Melanesia dan Austronesia) dan Awal Kehidupan Melanesia, Melanesia dalam Perspektif Genetik, Peta Kebahasaan Melanesia, Jaringan Ingatan Kolektif dan Refleksi Antropologis Melanesia, Jaringan Perdagangan Maritim dan Silang Budaya (Austronesia dan Non-Austronesia), Dinamika Sejarah dari Kesatuan-Kesatuan Etnis Melanesia, dan Perspektif Melanesia dalam Konteks Keindonesiaan.

Dari peninjauan akademis yang komprehensif tentang berbagai aspek genetika, asal-usul, bahasa dan sebagainya ini akan tampaklah betapa eratnya keterkaitan dinamika sejarah Melanesia dengan bumi Nusantara.

Berdasarkan penelitian genetika, bahasa, dan arkeologi penduduk asli Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat termasuk kelompok Melanesia. Sehingga pada saat ini mayoritas populasi Melanesia justru terdapat di bumi Nusantara. Mestikah diherankan di wilayah ini terjadi juga hubungan yang telah berlangsung sejak ribuan tahun antara ras monggolid dengan austromelanesid. Peristiwa yang sama terjadi juga di wilayah Melanesia di Kepulauan Pasifik.

Buku yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini akan semakin menambah kearifan anak bangsa dalam melangkah ke arah semakin terwujudnya kesejahteraan dan kemajuan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. 



Ole-Ole Hari Bae Nagi: Catatan Perjalanan Jurnalistik di Balik Samana Santa Flores Timur

Ole-Ole Hari Bae Nagi: Catatan Perjalanan Jurnalistik di Balik Samana Santa Flores Timur


Judul

:

Ole-Ole Hari Bae Nagi: Catatan Perjalanan Jurnalistik di Balik Samana Santa Flores Timur

Penulis

:

Wentho Eliando

Penerbit

:

Nusa Indah

Tahun Cetak

:

2018

Halaman

:

230

ISBN

:

979-429-381-4

Harga

:

Rp. 120.000

Status

:

Kosong

 

Flores Timur tidak hanya memiliki keunikan dan sakralnya ziarah religius dan tradisi Samana Santa (Pekan Suci) atau Orang Nagi Larantuka menyebut Hari Bae. Flores Timur memiliki keindahan lain. Keunikan, eksotisme alam, adat istiadat dan budayanya menggetarkan dan menggerakkan.

Ada objek wisata alam, baik bahari maupun pengunungan. Pantai pasir putih Blawi, pasir putih 1001 batu bergambar di Pantai Ina Burak, Neren dan Wototena, daya tarik Teluk Kelambu kapal pesiar, gundukan pasir putih di tengah laut gugusan Pulau Meko, ada kisah asmara di Danau Waibelen, air terjun bertingkat tiga Wai Nuwu setinggi 70 meter, sunset menakjubkan tenggelam di bibir pantai air panas Waiplatin. Dan kekayaan kehidupan adat-budaya masyarakat yang patut diselami lebih dalam lagi.

Catatan perjalanan jurnalistik dalam kemasan Ole-Ole Hari Bae Nagi tersaji dalam buku sederhana ini, minimal pembaca sekalian, bisa sedikit lebih mudah dan lebih mengenal Flores Timur. Anda sekalian bisa mempersiapkan diri yang cukup baik. Waktu yang cukup rapih. Dan cobalah untuk “terjerumus” menjelajahi seluruh isi Flores Timur. 


Ikan Tidak Naik karena Hukuman Alam

Ikan Tidak Naik karena Hukuman Alam

Judul

:

Cerita Rakyat Flores Timur: Ikan Tidak Naik karena Hukuman Alam

Penulis

:

Didik Pradjoko

Ilustrasi

:

Iwan Gunawan

Penerbit

:

-

Tahun Cetak

:

-

Halaman

:

-

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. -

Status

:

Kosong

 

Pada zaman dahulu pernah ada suatu konflik dalam masyarakat Lamalera yang membuat mereka mendapat hukuman dari alam sebagai tanda kecewa alam pada masyarakat Lamalera. Banyak dari masyarakat Lamalera bermata pencaharian sebagai nelayan, menangkapi ikan-ikan Laut Sawu. Suatu ketika, ikan-ikan besar yang biasanya diburu oleh para nelayan tidak muncul di permukaan Laut Sawu. Pada awalnya, masyarakat Lamalera menanggapi masalah tersebut dengan biasa, akan tetapi lama-kelamaan masyarakat Lamalera mulai menyadari akan peristiwa yang sedang menimpa mereka semua. Hal ini dikarenakan bahwa ikan-ikan besar yang biasanya muncul di Laut Sawu, kini tidak muncul lagi dalam beberapa hari terakhir.

Berbagai upacara telah dilakukan oleh masyarakat lamalera dengan memanggil bantuan Ata Molan (sebutan bagi pawang atau dukun di daerah Lamalera) yang dipanggil dari berbagai daerah untuk membantu mendoakan, tetapi ikan-ikan besar tidak muncul juga. Akhirnya, suatu hari satu perahu diutus ke Lodoblolo, untuk meminjam Ata Molan dari sana. Ata Molan itu kemudian datang ke Lamalera untuk membantu masalah yang sedang terjadi di tempat tersebut.



Dari Lautan Menuju Tuhan

Dari Lautan Menuju Tuhan

Judul

:

Dari Lautan Menuju Tuhan

Penulis

:

Yohanes Antonius Lelaona

Penerbit

:

PT. Kanisius

Tahun Cetak

:

2016

Halaman

:

192

ISBN

:

978-979-21-4595-3

Harga

:

Rp. 75.000

Status

:

Ada

 

Buku ini memaparkan kearifan dari tradisi melaut nelayan Lamalera, di selatan Pulau Lembata, Flores Timur. Nelayan Lamalera merupakan satu-satunya nelayan pemburu ikan paus secara adat dengan peralatan tradisional.

Selain mengulas tradisi Tena Laja (berperahu), buku ini juga mengulas kebijaksanaan yang terdapat dalam tradisi lisan yang masih dipertahankan dan dilestarikan oleh masyarakat Lamalera dalam menjalankan hidup mereka.

Bagi orang Lamalera, melaut adalah sebuah pekerjaan yang sarat bermuatan religius. Melaut merupakan ritual dan ritual merupakan sarana pertemuan bukan hanya antara Yang Ilahi dengan insani, tetapi juga mempererat kesatuan antara yang insani. 

Dari lautan menuju Tuhan dapat dimengerti sebagai sebuha tugas spiritual, sebuah perjalanan mistis untuk mengendus gambaran tentang Tuhan dalam tradisi para pelaut. Harapan-nya buku ini mampu mengantar kita untuk terus mendekatkan diri kepada Tuhan dalam kehidupan harian kita, dalam aneka pekerjaan dan panggilan kita. 



ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia