Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label Buku Biografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Biografi. Tampilkan semua postingan
Memori Jenderal Yoga

Memori Jenderal Yoga

Judul

:

Memori Jenderal Yoga

Penyunting

:

B. Wiwoho & Banjar Chaeruddin

Penerbit

:

PT. Bina Rena Pariwara

Tahun Cetak

:

1990

Halaman

:

524

ISBN

:

979-8175-00-X

Harga

:

Rp. 100.000

Status

:

Ada

 

Ali Moertopo: “Begitu G30S meletus, orang yang langsung memberikan reaksi dan menyatakan bahwa itu perbuatan PKI adalah Pak Yoga”.

Mayjen TNI Soedibyo: “Pertemuan-pertemuan berikutnya, bertahun-tahun kemudian dalam organisasi-organisasi ABRI, kemudian saya tahu bahwa memang betul Pak Yoga adalah orang yang brilian. Ini bukan kecap. Beliau bisa dan biasa memberikan briefing tanpa teks mengenai berbagai masalah dengan ruang lingkup yang luas dan analisa yang orang lain belum membuat”.

Lendy R. Tumbelaka: “Melalui pendekatan diplomasi yang gemilang. Bapak Yogi Sugomo bersama dengan Bapak Hasnan Habib akhirnya berhasil meyakinkan Pemerintah Thailand untuk menyetujui diadakan tindakan militer terhadap para pembajak Woyla”.

Rujito: “Beliau tidak pernah absen dalam segala peristiwa perjuangan nasional. Kedua, beliau sampai mantannya, tidak cacat di dalam kedinasannya”.

Memori Jenderal Yoga, memuat kilas balik berbagai peristiwa nasional seperti Malari, Kasus Sawito, Integrasi Timor Timur (Bab 14), Operasi Woyla, hubungan Soeharto-Yoga-Ali Moertopo serta pandangan Yoga mengenai Tantangan Masa Depan. 



Prof. dr. W.Z. Johannes

Prof. dr. W.Z. Johannes

Judul

:

Prof. dr. W.Z. Johannes

Penulis

:

Drs. R. Nalenan

Penerbit

:

PT. Bhratara Karya Aksara – Jakarta

Tahun Cetak

:

1984

Halaman

:

45

ISBN

:

-

Harga

:

Rp.45.000

Status

:

Ada

 

Prof. Johannes mulai mengabdikan diri di bidang kesehatan sebagai seorang dokter pada tahun 1920. Selama 32 tahun ia bekerja di bidang ini. Ia masuk pendidikan STOVIA pada tahun 1912. Lama pendidikan di STOVIA 10 tahun. Tingkat persiapan selama tiga tahun, dan tingkat akhir untuk mencapai gelar dokter selama 7 tahun . STOVIA merupakan peningkatan dari Sekolah Dokter Jawa yang berdiri pada tahun 1851. Meskipun disebut Sekolah Dokter Jawa, namun sekolah ini menerima juga mahasiswa-mahasiswa dari luar Jawa.

Selama menempuh pendidikan di STOVIA, pemuda Wilhelmus menampakkan kecerdasan yang tinggi. Pendidikan yang sebenarnya  harus ditempuh 10 tahun, ia selesaikan dalam wakttu 8 tahun. Sebelum masa penddikan selesai, ia sudah minta ikut ujian. Hak yang sama terjadi juga sewaktu di ELS. Di sini kita lihat bahwa di samping memiliki kecerdasan, pemuda Johannes memang berusaha keras untuk mempercepat pendidikannya. 



Biografi Nyanyian Kehidupan Nafsiah Mboi

Biografi Nyanyian Kehidupan Nafsiah Mboi

Judul

:

Biografi Nyanyian Kehidupan Nafsiah Mboi

Penulis

:

Maria Hartiningsih & Agung Adiprasetyo

Penerbit

:

PT. Kompas Media Nusantara

Tahun Cetak

:

2022

Halaman

:

456

ISBN

:

978-623-346-507-6

Harga

:

Rp.100.000

Status

:

Ada


Setiap tokoh dilahirkan oleh suatu kurun masa. Namun zaman segera disapu oleh waktu dan setiap peristiwa dengan cepat dilupakan karena tertimbun peristiwa-peristiwa yang susul-menyusul memenuhi ruang publik dan merampas ingatan.

Meski demikian, suatu bangsa menjadi besar bila mau mengingat dan mengakui jasa para pahlawannya; termasuk di antaranya adalah para tokoh dan birokrat yang bekerja keras memajukan suatu wilayah dan masyarakat. Di antara mereka adalah dr. Andi Nafsiah Walinono-Mboi SpA, MPH, dikenal sebagai Nafsiah Mboi.

Untuk waktu yang cukup panjang, namanya selalu disandingkan dengan sang suami, dr. Ben Mboi. Pasangan ini telah membuat NTT mencuat di antara provinsi-provinsi lain di Indonesia karena lonjakan kemajuan kesejahteraan warganya. Prestasi keduanya di bidang pelayanan publik diakui secara internasional dengan penghargaan Ramon Magsaysay Award pada tahun 1986. 

Namun Nafsiah juga punya jejak tersendiri. Perjalanannya panjang dan berliku sebelum menjabat sebagai Menteri Kesehatan (2012-2014). Nafsiah adalah perempuan pertama dari suku Bugis, Makasar yang menjadi dokter dan dokter spesialis anak; dan untuk NTT, dokter spesialis anak pertama yang melayani rakyat di sana. Nafsiah adalah orang Asia pertama yang menjadi ketua Komite Hak Anak Perserikatan Bangsa-bangsa (CRC) dan perempuan Indonesia pertama yang menduduki posisi direktur pada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sampai saat ini Nafsiah diakui ketokohannya dalam isu HIV/AIDS. Dia memperjuangkan pendekatan kemanusiaan dan HAM untuk ODHA dan memahami pentingnya pemberdayaan populasi kunci dalam penanggulangan HIV/AIDS.

Banyak hal tentang dirinya terserak di berbagai media. Namun buku ini me-nyingkapkan banyak sekali aspek yang belum pernah diungkap, beserta mazmur syukur yang senantiasa dia daraskan pada setiap langkahnya.

Seluruh pengalamannya dalam buku ini adalah undangan untuk belajar tentang ketekunan, totalitas, kehendak untuk terus belajar yang tidak pernah padam, kete-guhan dan keberanian mempertahankan prinsip-prinsip kebenaran, kesetaraan dan keadilan.

Nafsiah telah menjawab panggilan hidupnya dalam tugas-tugas yang tidak mudah, yang membuatnya kerap berada di persimpangan yang rumit. Namun, demi kebaikan bersama, dia tak ragu mengambil jalan yang penuh onak, curam, licin dan tak jarang, berbahaya.

Gelombang yang menghempasnya, ombak dan riak yang mengepungnya, sayup-sayup membentuk rangkaian nada yang dimainkan oleh orkestra alam, men-ciptakan nyanyian kehidupan. Kita bisa ikut mendengarkan seluruh lagu dalam berbagai nada dari masa lalu sampai sekarang, dan mencecap bisik halus yang menyodorkan harapan. 



Manusia Realitas Hidup yang Rapuh (Refleksi Antropologi Struktural)

Manusia Realitas Hidup yang Rapuh (Refleksi Antropologi Struktural)

Judul

:

Manusia Realitas Hidup yang Rapuh (Refleksi Antropologi Struktural)

Penulis

:

Gregor Neonbasu, SVD

Penerbit

:

Yayasan Go Green Go Clean Indonesia, Gregor Anthropological Group & Galang Press

Tahun Cetak

:

2022

Halaman

:

400

ISBN

:

978-623-712-0186

Harga

:

Rp. 80.000

Status

:

Ada

 

Karya ini merupakan kumpulan tulisan, baik yang sudah pernah termuat pada media, maupun yang belum pernah dipublikasi. Misalnya, beberapa tulisan yang pernah terbit pada Roda-Roda Perjalanan, Dalam Kisah Hidup Manusia Rapuh (2003), yang diterbitkan ulang untuk mengenang hari-hari hidup membiara. Usaha mempublikasi kembali tulisan tersebut, terlebih sebagai apresiasi peristiwa, untuk merangkai nilai dari balik tirai ‘pergolakan hidup’ selama mengejar ilmu di Negeri Kanguru (Australia).

Inisiatif untuk merangkai kisah menjadi kata kunci untuk terbitan ini dengan catatan, cerita-cerita itu diangkat kembali dalam prespektif keterbatasan struktural, lalu dipajang untuk dapat berkaca sesewaktu. Di sini, saya tidak bermaksud untuk mengajak para pembaca ‘menjadikan artikel-artikel dalam buku ini’ tetapi lebih sebagai sarana untuk bercermin diri. 



Mencari Sosok Kebenaran (Dalam Prespektif Ilmu Antropologi) Kenangan Hari (Perak) dan 33 Tahun Imamat 21 Sept. 1989 s/d 21 Sept. 2014

Mencari Sosok Kebenaran (Dalam Prespektif Ilmu Antropologi) Kenangan Hari (Perak) dan 33 Tahun Imamat 21 Sept. 1989 s/d 21 Sept. 2014

Judul

:

Mencari Sosok Kebenaran (Dalam Prespektif Ilmu Antropologi) Kenangan Hari (Perak) dan 33 Tahun Imamat 21 Sept. 1989 s/d 21 Sept. 2014

Penulis

:

Gregor Neonbasu, SVD

Penerbit

:

Galang Press

Tahun Cetak

:

2022

Halaman

:

348

ISBN

:

979-623-712-0155

Harga

:

Rp. 100.000

Status

:

Ada

 

Segala pengalaman iman, semua peristiwa insani, berbagai perjumpaan yang telah dianugerahkan Tuhan sepanjang tahun-tahun yang telah lewat, sungguh menunjuk “betapa Tuhan selalu setia memelihara hambaNya, betapa Tuhan senantiasa mencintai hambaNya di jalan karya keselamatan yang diprakarsai oleh Kekuatan Tuhan sendiri”. Sering dalam menjalankan tugas-tugas dan karya sebagai imam, akal, budi, kehendak dan perasaan sangatlah terbatas untuk menghayati kata-kata Bunda Maria yang adalah motto tahbisanku” “Aku ini hamba Tuhan”. Oleh karena itu seraya bertekuk lutut di hadirat Kelimpahan IlahiNya yang suci, ku-naikan puji syukur dan memohon ampun atas berbagai kekeliruan, kesalahan dan dosa-dosa yang tekah kulakukan sepanjang tahun-tahun yang telah lewat.

Karya tulis ini merupakan sebuah usaha kecil, semacam autobiografi dalam bentuk kisah-kisah lepas yang kemudian dijahit dengan menerapkan pendekatan tertentu sehingga dapat dengan mudah dicerna. Kendati terselip di sana sini refleksi serius! Kisah-kisah ini ada yang hidup dan dialami selama 25 dan 33 tahun, 21 September 1989 s/d 21 September 2014 (2022). Namun ad juga yang terpercik di balik refleksi pribadi. 



ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia