Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label Buku Antologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Antologi. Tampilkan semua postingan
Diaspora Melanesia di Nusantara

Diaspora Melanesia di Nusantara

Judul

:

Diaspora Melanesia di Nusantara

Editor

:

Taufik Abdullah & Mukhlis PaEni

Penerbit

:

Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Tahun Cetak

:

2015

Halaman

:

436

ISBN

:

978-602-1289-19-8

Harga

:

NFS

Status

:

Kosong

 

Buku ini berisi kajian keilmuan tentang populasi dan kebudayaan Melanesia. Diselenggarakan oleh para ilmuan terkemuka di bidang arkeologi, geologi, genetika, antropologi, sejarah, dan linguistik, buku ini membahas masalah Pembentukan Kepulauan Nusantara, Persebaran Penduduk (Melanesia dan Austronesia) dan Awal Kehidupan Melanesia, Melanesia dalam Perspektif Genetik, Peta Kebahasaan Melanesia, Jaringan Ingatan Kolektif dan Refleksi Antropologis Melanesia, Jaringan Perdagangan Maritim dan Silang Budaya (Austronesia dan Non-Austronesia), Dinamika Sejarah dari Kesatuan-Kesatuan Etnis Melanesia, dan Perspektif Melanesia dalam Konteks Keindonesiaan.

Dari peninjauan akademis yang komprehensif tentang berbagai aspek genetika, asal-usul, bahasa dan sebagainya ini akan tampaklah betapa eratnya keterkaitan dinamika sejarah Melanesia dengan bumi Nusantara.

Berdasarkan penelitian genetika, bahasa, dan arkeologi penduduk asli Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat termasuk kelompok Melanesia. Sehingga pada saat ini mayoritas populasi Melanesia justru terdapat di bumi Nusantara. Mestikah diherankan di wilayah ini terjadi juga hubungan yang telah berlangsung sejak ribuan tahun antara ras monggolid dengan austromelanesid. Peristiwa yang sama terjadi juga di wilayah Melanesia di Kepulauan Pasifik.

Buku yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini akan semakin menambah kearifan anak bangsa dalam melangkah ke arah semakin terwujudnya kesejahteraan dan kemajuan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. 



Sinar Hari Esok: Spektrum Sumber Daya Manusia Pembangunan Kawasan Timur Indonesia dari Posisi Nusa Tenggara Timur

Sinar Hari Esok: Spektrum Sumber Daya Manusia Pembangunan Kawasan Timur Indonesia dari Posisi Nusa Tenggara Timur

Judul

:

Sinar Hari Esok: Spektrum Sumber Daya Manusia Pembangunan Kawasan Timur Indonesia dari Posisi Nusa Tenggara Timur

Penyunting

:

Frans M. Parera & Gregor Neonbasu, SVD

Penerbit

:

Funisia

Tahun Cetak

:

1997

Halaman

:

-

ISBN

:

-

Harga

:

Rp.-

Status

:

Kosong

 

Para kontributor dalam proses temu visi, persepsi untuk program aksi pembangunan semesta di Kawasan Timur Indonesia dalam buku ini adalah: Presiden Soeharto, Drs. Frans Seda, Gubernur NTT Mayjen. TNI AD (purn.) Herman Musakabe, Wakil Gubernur NTT Piet A. Tallo, SH., Sekwilda Pemda Tingkat I NTT Ir. Sabinus Kantus, Dr. Victor I. Tanya, Brigjen TNI AD (purn.) Alex Dinuth, Dr. Ignas Kleden, Dr. Alex Lanur, Dr. Leo Kleden, Dr. Georg Kirchenberger, Wali kota madya Kupang S.K. Lerik, Drs. Frans M. Parera, Drs. Frits FanggidaE, MS, Drs. Syarifuddin Gomang, MA (Hons.), Drs. Cornelis Mbeo, Pastor Gregor Neonbasu SVD, Agustinus Quintus Bebok, Petrus Salu, Darus Anton, Moses H. Beding, Yohanes Vianey Watu, P. Alex Seran MA, J. Philip Gobang, Stanis Kappu.

Dalam melaksanakan pembangunan, kita memang harus memiliki tekad yang bulat dan rasa percaya diri, bahwa kita mampu menundukkan tantangan yang ada di depan kita. Rasa percaya diri perlu terus kita tumbuhkan, kita tidak boleh berkecil misalnya karena kawasan yang kita tempati gersang, berbatu karang, dan rendah curah hujannya. Sebagai umat beragama kita yakin bahwa Tuhan yang Maha Kuasa akan menyediakan nikmat dan rahmatNya bagi mereka yang bekerja keras. (Presiden Soeharto, Kupang, 14 Oktober 1996)

Pengembangan aset-aset atau produk-produk menuntut SDM yang memadai sehingga diperlukan adanya dinamisasi pada tiga pilar utama pembangunan, yaitu pemerintah sebagai pelayan pembangunan, swasta sebagai motor pembangunan, dan masyarakay sebagai roda pembangunan. (Frans Seda, Kupang, 12 Agustus 1996)

 


Via Dolorosa Kunci Kehidupan Manusia (Tamasya ke Dalam Hati dan Budi) Mengenang Prof. Dr. Guido Tisera, SVD

Via Dolorosa Kunci Kehidupan Manusia (Tamasya ke Dalam Hati dan Budi) Mengenang Prof. Dr. Guido Tisera, SVD

Judul

:

Via Dolorosa Kunci Kehidupan Manusia (Tamasya ke Dalam Hati dan Budi) Mengenang Prof. Dr. Guido Tisera, SVD

Editor

:

Gregor Neonbasu, SVD

Penerbit

:

Ledalero

Tahun Cetak

:

2012

Halaman

:

298

ISBN

:

979-9447-00-3

Harga

:

Rp. 120.000

Status

:

Ada

 

Sang guru – P. Guido Tisera, SVD yang selalu mengagumkan dalam penampilan akademiknya mengingatkan kita akan ungkapan Merleu Ponty, “Sang guru yang mengagumkan itu akan selamanya menafsirkan kenyataan yang selalu baru, ia akan merasa lebih hidup, dinamis dan kreatif dalam berpikir”. Lebih kanjut Merleu Ponty mengatakan, guru yang baik adalah homunculus atau “roh manusia kecil” yang dapat melihat apa yang nyata dan apa yang benar.

“Manusia kecil di dalam manusia” itu hanya roh tindakan-tindakan ekspresif kita yang berhasil dan manusia yang pantas dikagumi bukanlah roh ini, melainkan roh manusia lumrah yang tertanam dalam raganya yang ringkih, dalam bahasa yang begitu sering dipakai bicara, dan dalam sejarah yang terus bergulir – menyatukan segenap kekuatannya dan mulai melihat, mulai memahami dan mulai memberi arti. Tidak ada lagi yang dekoratif atau sekedar pernak-pernik hiasan dalam kemanusiaan saat ini. Tidak lagi mengutamakan jiwa yang diperlawankan dengan raga, pikiran yang dipertentangkan dengan bahasa, nilai-nilai yang di adu dengan fakta-fakta.

Jadi adalah sosok yang memberi arti pada setiap peristiwa, ia menghargai sejarah sebagai pantulan realitas obyektif yang harus ditempatkan pada ranah sosial yang yang tepat. Ia bijaksana dalam memadukan tuntutan jiwa dan raga sehingga tidak ada alasan untuk dipertentangkan. (Frieds Meko, SVD)



Sophia dalam Jejak Budaya (Suatu Kajian Antropologis)

Sophia dalam Jejak Budaya (Suatu Kajian Antropologis)

Judul

:

Sophia dalam Jejak Budaya (Suatu Kajian Antropologis)

Penulis

:

Yuan V. Elim dkk

Penerbit

:

Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembagan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur

Tahun Cetak

:

-

Halaman

:

195

ISBN

:

-

Harga

:

NFS

Status

:

Kosong

 

Di NTT, minol tradisional berkembang dengan sangat marak. Hal ini disebabkan karena minuman alkohol tradusional juga merupakan salah satu sumber penghasilan masyarakat lokal. Pengamatan empiris menunjukkan bahwa produsen minuman alkohol tradisional adalah juga pelaku di beberapa titik rantai nilai yang lain. Misalnya mereka juga adalah pengumpul bahan baku, sebagian bahkan juga pemilik tanah atau pohon tuak atau aren yag menjadi bahan baku. Mereka juga, adalah penjual minol tradisional kepada end-user, atau konsumen akhir secara eceran. Dalam mengatur tata kelolanya, perlu diperoleh juga gambaran komprehensif tentang rantai nilai minol tradsional ini, di mana mata rantai yang paling untung dan buntung saat ini dan bila kebijakan tata kelola diterapkan. Hal ini akan membantu memastikan kebijakan benar-benar meningkatkan pendapatan produsen minol tradisional.

Walaupun masih belum banyak kajian tentang hal ini, tetapi terungkap berbagai testimoni tentang peran penting minol tradisional sebagai sumber penghasilan. Suwena (2017) mengkaji topok ini dalam masyarakat di Desa Datah Bali, dan menyimpulkan bahwa arak, minol tradisional Bali, adalah sumber penghasilan yang penting. Hal ini sangat dipengaruhi oleh konteks desa yang tandus dan tidak bisa menggantungkan hidup pada pertanian. Kondisi serupa juga bisa ditemukan di beberapa kampung di NTT.



Pengembangan Ilmu Bahasa dan Pembinaan Bangsa

Pengembangan Ilmu Bahasa dan Pembinaan Bangsa

Judul

:

Pengembangan Ilmu Bahasa dan Pembinaan Bangsa (Laporan Pertemuan di Fakultas Sastra Universitas Indonesia dalam rangka Peringatan Hari Sumpah Pemuda 25-28 Oktober 1981)

Editor

:

Harimurti Kridalaksana

Penerbit

:

Nusa Indah

Tahun Cetak

:

1986

Halaman

:

528

ISBN

:

-

Harga

:

Rp. 50.000

Status

:

Ada

 

Dalam memperingati Sumpah Pemuda 1928 Lembaga Linguistik Fakultas Sastra Universitas Indonesia telah menyelenggarakan suatu Forum Linguistik pada tanggal 26-28 Oktober 1981. Acara yang semula dimaksudkan untuk bertukar pikiran di antara para ahli dan mahasiswa Fakultas Sastra UI saja, ternyata telah menarik perhatian para ahli dan mahasiswa di luar Universitas Indonesia. Pertukaran pikiran dalam forum tersebut dirasakan sekali manfaatnya oleh semua peserta.

Forum Linguistik sekali ini bertema “Pengembangan Ilmu Bahasa dan Pembinaan Bangsa”, secara teknis, kita dapat mengamai 4 sub-tema: (1) mencari wawasan yang lebih mendalam tentang bahasa; (2) bahasa dalam pengungkapan pribadi dan masyarakat; (3) bahasa dalam konteks ruang dan waktu; (4) pengajaran bahasa dan pembinaan bahasa.

Adalah lazim bahwa dalam pertemuan ilmiah hasil-hasil penelitian mutakhir disajikan dan pandangan-pandangan baru diadu dengan pandangan-pandangan yang sudah mapan. Hasilnya ialah kemajuan selangkah atau beberapa langkah dalam ilmu dibahas itu. Forum Linguistik 1981 jelas sekali mencerminkan kemajuan dan perkembanngan yang dicapai oleh para penyelidik linguistik di Indonesia.

Agar kegunaan pertemuan ilmiah itu dapat tersebar luas, semua makalah yang disajikan dikumpulkan di sini setelah diperbaiki oleh penulisnya berdasarkan diskusi yang mengikuti setiap penyajian makalah. Seluruhnya dibagi atas 4 subtema yang kami sebutkan di atas.

 


Bukan Buku Biasa: Antologi Puisi Komunitas sastra Kune Bara Syuradikara

Bukan Buku Biasa: Antologi Puisi Komunitas sastra Kune Bara Syuradikara

Judul

:

Bukan Buku Biasa: Antologi Puisi Komunitas sastra Kune Bara Syuradikara

Penyusun

:

Maria Alexandra, Bate Wahyuningsih, dkk

Penerbit

:

JBS

Tahun Cetak

:

2019

Halaman

:

96

ISBN

:

978-623-90672-2-9

Harga

:

Rp.

Status

:

Kosong

 

“Bukan Buku Biasa” adalah karya awal hasil dari kecintaan siswa-siswi SMAK dan SMKK Syuradikara yang tumbuh di dalam diri anak-anak, melalui proses pendampingan uang intensif. Saya sampaikan kepada anak-anak yang tergabung dalam komunitas sastra Kune Bara, “kita semua diberi kemampuan yang sama, hanya saja bagaimana kita memanfaatkan waktu dengan baik dan benar”. (BR. Kristianus Riberu, SVD: Pendamping Rumah Sastra Kune Bara Syuradikara)

  


ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia