Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label Buku Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Sosial. Tampilkan semua postingan
Cakrawala Pemikiran KAHMI untuk NTT, Kumpulan Essai Kader KAHMI untuk NTT

Cakrawala Pemikiran KAHMI untuk NTT, Kumpulan Essai Kader KAHMI untuk NTT

Judul

:

Cakrawala Pemikiran KAHMI untuk NTT, Kumpulan Essai Kader KAHMI untuk NTT yang disajikan dalam rangka memperingati Dies Natalis KAHMI ke-54 (2020)

Editor

:

Hamza H. Wulakada

Penerbit

:

Lakeisha

Tahun Cetak

:

2020

Halaman

:

317

ISBN

:

978-623-6573-50-1

Harga

:

Rp. 75.000

Status

:

Ada


Memperingati HUT KAHMI ke-54 pada tanggal 17 September 2020, MW. KAHMI Provinsi NTT patut berterima kasih kepada Team Work yang menginisiasinya dan para kontributor yang berkenan memberikan solusi terkhusus pembangunan segala lini urusan di Provinsi NTT, kiranya secercah pemikiran yang tertuang dalam buku Cakrawala Pemikiran KAHMI untuk NTT ini akan menjadi rujukan ber-nas yang layak untuk dipertimbangkan dalam berbagai kebijakan pembangunan di Propinsi NTT. Kedepan, tradisi seperti ini akan terus diintensifkan seiring peningkatan kualitas tulisannya serta menyiapkan para kader untuk lebih terampil dan kreatif dalam memberikan kritik. Semoga tulisan ini berkenan untuk dinikmati berbagai pihak, dan kepada kita sekalian kami berharap terus berkontribusi positif dari bidang urusan dan keahliannya masing-masing demi pencapaian masyarakat adil dan makmur di Indonesia. 



Mendobrak Penindasan Atoni Meto

Mendobrak Penindasan Atoni Meto

Judul

:

Mendobrak Penindasan Atoni Meto

Penulis

:

Krisdyatmiko

Penerbit

:

IRE Yogyakarta

Tahun Cetak

:

2005

Halaman

:

150

ISBN

:

979-98182-1-4

Harga

:

Rp. -

Status

:

Kosong

 

Atoni Meto / Atoin Meto / Atoni Pah Meto merupakan salah satu etnis di Indonesia yang menempati wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebagaimana komunitas adat lainnya di nusantara. Atoni Meto secara historis telah memiliki kedaulatannya sendiri. Namun seiring perjalanannya, mereka telah mengalami proses marginalisasi sejak jaman kerajaan sampai dengan era reformasi saat ini.

Suatu kondisi yang kontadiktif jika negara ini tengah mencanangkan diri memasuki era reformasi yang ditandai dengan pengelolaan negara secara demokratis, namun pada kenyataannya kebijakan pemerintah tetap saja mengabaikan aspirasi dan kebutuhan masyarakat adat. Selain negara, aktor di balik penindasan masyarakat adat adalah kaum kapitalis. Kolaborasi megara dengan dengan kaum kapitalis menjadi ratapan kesedihan atas ketidakberdayaan masyarakat adat.

Buku ini mengajak pembaca menelusuri jejak-jejak perjalanan sejarah marginalisasi Atoni Meto serta mengungkap perjuangan apa saja yang telah mereka lakukan dalam menegakkan keadilan bagi kesejahteraan mereka. Banyak yang telah mereka lakukan, namun masih banyak pula PR yang harus mereka kerjakan karena selalu saja muncul bentuk-bentuk baru dari penindasan terhadap masyarakat adat.

Banyak pembelajaran yang dapat diperoleh dari bumi Meto, salah satunya adalah kegigihan mereka dalam melawan penindasan, sebagaimana motto Atoni Meto “meup on ate, he muah on usif” (kerjalah seperti hamba agar makan seperti raja).  



Malapetaka Nasional di Maumere

Malapetaka Nasional di Maumere

Majalah

:

TEMPO

Judul

:

Malapetaka Nasional di Maumere

No.

:

43 Tahun XXII

Tanggal Terbit

:

26 Desember 1992

ISSN

:

0226-4273

Halaman

:

108

Harga

:

Rp. 75.000

Status

:

Ada

 

Setelah gempa dahsyat disusul badai tsunami menerjang pulau itu Flores, barangkali lebih tepat disebut pulau yang sedang menderita. Empat kabupaten di sana, Sikka, Ngada, Ende dan Flores Timur, seakan berhenti berdetak.

Menurut catatan posko penanggulangan bencana di daerah itu, sampai akhir pekan lalu. Korban yang tewas sudah lebih dari 2.400 orang. Gempa dan gelombang tsunami itu mengakibatkan sekitar 18 ribu rumah hancur, 113 sekolah porak-poranda, 211 kantor rusak berat, 120 tempat ibadah -sebagian besar diantaranya gereja- tak lagi bisa dipakai, dan lima jalan utama lumpuh. Ini bukan lagi kepalang tanggung. Menurut taksiran sementara kerugian mencapai Rp. 200 milyar. Karena itu, ada yang bilang, kondisi kabupaten ini sekarang mundur ke Pelita pertama. Inilah gempa bumi dengan korban terbesar sepanjang serah republik ini. 



Sinar Hari Esok: Spektrum Sumber Daya Manusia Pembangunan Kawasan Timur Indonesia dari Posisi Nusa Tenggara Timur

Sinar Hari Esok: Spektrum Sumber Daya Manusia Pembangunan Kawasan Timur Indonesia dari Posisi Nusa Tenggara Timur

Judul

:

Sinar Hari Esok: Spektrum Sumber Daya Manusia Pembangunan Kawasan Timur Indonesia dari Posisi Nusa Tenggara Timur

Penyunting

:

Frans M. Parera & Gregor Neonbasu, SVD

Penerbit

:

Funisia

Tahun Cetak

:

1997

Halaman

:

-

ISBN

:

-

Harga

:

Rp.-

Status

:

Kosong

 

Para kontributor dalam proses temu visi, persepsi untuk program aksi pembangunan semesta di Kawasan Timur Indonesia dalam buku ini adalah: Presiden Soeharto, Drs. Frans Seda, Gubernur NTT Mayjen. TNI AD (purn.) Herman Musakabe, Wakil Gubernur NTT Piet A. Tallo, SH., Sekwilda Pemda Tingkat I NTT Ir. Sabinus Kantus, Dr. Victor I. Tanya, Brigjen TNI AD (purn.) Alex Dinuth, Dr. Ignas Kleden, Dr. Alex Lanur, Dr. Leo Kleden, Dr. Georg Kirchenberger, Wali kota madya Kupang S.K. Lerik, Drs. Frans M. Parera, Drs. Frits FanggidaE, MS, Drs. Syarifuddin Gomang, MA (Hons.), Drs. Cornelis Mbeo, Pastor Gregor Neonbasu SVD, Agustinus Quintus Bebok, Petrus Salu, Darus Anton, Moses H. Beding, Yohanes Vianey Watu, P. Alex Seran MA, J. Philip Gobang, Stanis Kappu.

Dalam melaksanakan pembangunan, kita memang harus memiliki tekad yang bulat dan rasa percaya diri, bahwa kita mampu menundukkan tantangan yang ada di depan kita. Rasa percaya diri perlu terus kita tumbuhkan, kita tidak boleh berkecil misalnya karena kawasan yang kita tempati gersang, berbatu karang, dan rendah curah hujannya. Sebagai umat beragama kita yakin bahwa Tuhan yang Maha Kuasa akan menyediakan nikmat dan rahmatNya bagi mereka yang bekerja keras. (Presiden Soeharto, Kupang, 14 Oktober 1996)

Pengembangan aset-aset atau produk-produk menuntut SDM yang memadai sehingga diperlukan adanya dinamisasi pada tiga pilar utama pembangunan, yaitu pemerintah sebagai pelayan pembangunan, swasta sebagai motor pembangunan, dan masyarakay sebagai roda pembangunan. (Frans Seda, Kupang, 12 Agustus 1996)

 


Jejak Keterlibatan WVI di Rahim Lamaholot

Jejak Keterlibatan WVI di Rahim Lamaholot

Judul

:

Jejak Keterlibatan WVI di Rahim Lamaholot

Penulis

:

Steph Tupeng Witin, SVD

Penerbit

:

Nusa Indah

Tahun Cetak

:

2015

Halaman

:

153

ISBN

:

979-429-351-2

Harga

:

Rp. 65.000

Status

:

Kosong

 

Ketika dunia dilanda krisis air minum bersih, apakah air sungguh-sungguh memiliki suatu makna penting dan menentukan sebuah peradaban kemanusiaan dan kehidupan segenap ciptaan? Bisa jadi selama ini banyak orang kurang menyadari dan menghargai kehadiran dan peran utama strategis dari air dalam kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Padahal, air memiliki peran yang sangat sentral dan mendasar dalam menopang kehidupan manusia. Bahkan berperan penting dalam kesinambungan rantai kehidupan segenap makhluk hidup di bumi ini. Air merupakan penentu utama keseimbangan suhu bumi sehingga planet yang kita huni ini tidak terpanggang oleh suhu panas yang mematikan. Tanpa air, bumi hanyalah sebuah potret buram dari seonggok bola batu panas dan masif. Tanpa penghuni, tanpa kehidupan dan tanpa makna.

Buku ini merekam jejak keterlibatan Wahana Visi Indonesia (WVI) sejak 1997 hingga saat ini dalam proses pemberdayaan masyarakat di bidang air bersih. Sebuah narasi tentang air sebagai sebuah mukjizat yang meliuk-liuk di celah-celah wadas bebatuan Flores Timur. Buku ini membuktikan bahwa sebuah kerja keras dalam ranah pengabdian yang tulus akan menghadirkan kebahagiaan tak terkira. 



Membedah Hukum Membongkar Politik, Dinamika Religiositas Perjuangan Membela Hak Rakyat Flores-Lembata

Membedah Hukum Membongkar Politik, Dinamika Religiositas Perjuangan Membela Hak Rakyat Flores-Lembata

Judul

:

Membedah Hukum Membongkar Politik, Dinamika Religiositas Perjuangan Membela Hak Rakyat Flores-Lembata

Penulis

:

Markus Tulu, S.Fil., M.Hum.

Penerbit

:

Nusa Indah

Tahun Cetak

:

2013

Halaman

:

285

ISBN

:

979-429-329-6

Harga

:

Rp. 60.000

Status

:

Ada


Dalam tatanan politik nasional, hukum dan peraturan perundangan-undangan yang baik dan responsif (yang berkeadilan) merupakan tuntunan mutlak untuk kepentingan umum dan kebaikan bersama. Sedangkan dalam tatanan politik lokal, hukum dan peraturan kebijakan (regulasi) seyogyanya tidak bertentangan dengan prinsip hukum dan perundangan-undangan baik secara horizontal maupun vertikal. Orang harus bertindak cermat untuk keadilan dan memetahui mekanisme atau prosedur hukum yang benar karena hanya dengan demikian tindakan atau kebijakan pemerintah daerah mempunyai kepastian hukum dan memiliki kewibawaan hukum. 



Menyilam Kemarau: Upaya perempuan Timor Loro Sae menyudahi kekerasan, sebuah awal

Menyilam Kemarau: Upaya perempuan Timor Loro Sae menyudahi kekerasan, sebuah awal

Judul

:

Menyilam Kemarau: Upaya perempuan Timor Loro Sae menyudahi kekerasan, sebuah awal

Editor

:

Pantoro Tri Kuswardono & Rosa M do R de Sousa

Penerbit

:

Forum Komunikasi untuk Perempuan Loro Sae (FOKUPERS)

Tahun Cetak

:

1999

Halaman

:

128

ISBN

:

979-95690-1-X

Harga

:

Rp. 85.000

Status

:

Ada

 

Forum Komunikasi untuk Perempuan Loro Sae (Fokupers) adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap masalah ketidakadilan dan kekerasan terhadap perempuan. Fokupers didirikan pada bulan Juni 1997 oleh 15 orang perempuan dan laki-laki dari berbagai latar belakang status sosial yang berbeda, yaitu aktivis LSM, mahasiswa, pekerja sosial, pegawai negeri sipil, dan perempuan korban kekerasan.

Kepedulian Fokupers tersebut diwujudkan dengan upaya pemberdayaan terhadap perempuan. Upaya pemberdayaan terhadap perempuan dilakukan melalui program pendampingan terhadap perempuan korban kekerasan, pendidikan dan pelatihan bagi kelompok-kelompok masyarakat, dan diseminasi informasi secara berkala melalui penerbitan buletin dan brosur. 



Air di Atambua

Air di Atambua

Judul

:

Air di Atambua

Penulis

:

Sjarifudin & Justika Baharsjah

Penerbit

:

Galang Sinergi Nusa

Tahun Cetak

:

2006

Halaman

:

476

ISBN

:

979-15105-0-4

Harga

:

Rp. 180.000

Status

:

Ada

 

Pada tahun 1999 Menteri Sosial Justika bekerja keras untuk menyediakan air bagi para pengungsi dari Timor Timur di Atambua, daerah gersang di ujung timur NTT. Suatu pekerjaan yang penuh tantangan tetapi sangat penting untuk meringankan penderitaan mereka yang malang. “Air di Atambua” merupakan perlambang dari kisah hidup Justika dan Sjarifudin yang kulminasinya adalah penerimaan amanah untuk meringankan penderitaan dan meningkatkan kesejahteraan.

“Kalau adalah pasangan suami-isteri di Indonesia ini yang kedua-duanya Gurubesar, Doktor, Dekan, dua kali menjabat Menteri (portofolio sama, masa jabatan berbeda), Menteri Muda, pemegang Bintang Mahaputra, dengan kegiatan kemasyarakatan tetap padat selepas usia kerja, maka pasangan itu pastilah Kang Sjarifudin dan Ceu Justika Ubuh.

Kita beruntung karena kekayaan pengalaman hidup pasangan cendikiawan ini dituliskan di buku ini dalam gaya bercerita, yang didasari rasa syukur “atas curahan rahmat dari Yang Maha Kuasa yang senantiasa kami terima”, demikian pengantar Kang Sjarifudin. Sungguh kita akan mendapat manfaat besar membaca buku otobiografi ini, terutama bagi generasi muda sebagai teladan untuk dicontoh. (Taufiq Ismail, Juli 2006) 



ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia