Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label Buku Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Kayu Ular : Etnomedisin, Fitokimia, Aktivitas dan Toksisitas Obat Tradisional Antimalaria Andalan Orang Timor

Kayu Ular : Etnomedisin, Fitokimia, Aktivitas dan Toksisitas Obat Tradisional Antimalaria Andalan Orang Timor

Judul

:

Kayu Ular : Etnomedisin, Fitokimia, Aktivitas dan Toksisitas Obat Tradisional Antimalaria Andalan Orang Timor

Penulis

:

Dr. Maximus M. Taek, S.Pd., M.Si.

Penerbit

:

Rena Cipta Mandiri

Tahun Cetak

:

2023

Halaman

:

122

ISBN

:

978-623-5431-90-1

Harga

:

Rp. -

Status

:

Kosong

 

Masyarakat tradisional Indonesia sejak dahulu telah mengenal dan memanfaatkan beberapa tumbuhan sebagai bahan obat antimalaria, antara lain sambiloto (Andrographis paniculata), nimba (Azadirachta indica), johar (Cassia siamea), pule (Alstonia scholaris), melati gambir (Jasminum quenquenerium), mahoni (Swietenia macrophylla), meniran (Phylanthus niruri), cempedak (Artocarpus champeden), dan lain-lain. Di Pulau Timor, masyarakat mengenal salah satu tumbuhan obat antimalaria yakni kayu ular (Strychnos ligustrina). Pamor dan reputasi tumbuhan ini sebagai obat antimalaria diketahui secara luas oleh masyarakat di berbagai daerah di Timor.

Dalam rangka untuk mengembangkan tumbuhan kayu ular sebagai obat antimalaria yang khasiat serta keamanannya dapat dipertanggungjawabkan, maka perlu dilakukan beberapa penelitian ilmiah untuk menguji kembali apakah ekstrak kayu ular memiliki potensi atau aktivitas yang dapat diandalkan untuk menghambat atau membunuh parasit malaria sebagaimana diyakini masyarakat pemakainya. Selain itu juga perlu dilakukan pengujian untuk mengetahui apakah ekstrak kayu ular aman (tidak toksik) untuk dikonsumsi, juga pemeriksaan fitokimia untuk mengungkap senyawa-senyawa apa saja yang terkandung di dalam ekstrak tumbuhan kayu ular tersebut. Pengetahuan mengenai potensi dan keamanan ekstrak kayu ular ini tentunya akan menjadi sumbangan berharga bagi upaya-upaya pencarian obat antimalaria baru menggantikan obat-obat malaria yang saat ini sudah tidak mempan lagi terhadap parasit malaria (Plasmodium).

Buku ini merupakan kompilasi dari serangkaian hasil penelitian yang penulis lakukan atas tumbuhan kayu ular (Strychnos ligustrina) ini. Penelitian yang telah penulis lakukan atas tumbuhan tersebut mencakup aspek pemanfaatan tumbuhan ini sebagai obat tradisional antimalaria oleh masyarakat asli di Pulau Timor (etnomedisin), pemeriksaan kandungan kimia, pengujian aktivitas antimalaria secara in vivo dan in vitro, dan pengujian toksisitas ekstrak tumbuhan kayu ular ini. 



Tubuh & Bahasa: Aspek-Aspek Linguistis Pengungkapan Pandangan Masyarakat Lewolema terhadap Kesehatan

Tubuh & Bahasa: Aspek-Aspek Linguistis Pengungkapan Pandangan Masyarakat Lewolema terhadap Kesehatan

Judul

:

Tubuh & Bahasa: Aspek-Aspek Linguistis Pengungkapan Pandangan Masyarakat Lewolema terhadap Kesehatan

Penulis

:

Chatarina Pancer Istiyani

Penerbit

:

Galang Press – Yogyakarta

Tahun Cetak

:

2004

Halaman

:

310

ISBN

:

979-9341-95-7

Harga

:

Rp.100.000

Status

:

Kosong

 

Membicarakan suatu pandangan berarti pula membicarakan suatu pengetahuan. Dihubungkan dengan bahasa, maka yang muncul pertama adalah pengetahuan, sedang bahasa merefleksikannya. Bahasa adalah bagian dari pengetahuan kita. Bahasa yang dimiliki seseorang dalam sebuah masyarakat merupakan hasil pengenalan (cognition) terhadap lingkungan sekitarnya dan karenanya terkait dengan kebudayaan.

Sistem kognitif terdiri dari pengetahuan, kepercayaan, dan nilai yang berada dalam pikiran setiap individu masyarakat. Sedang, bahasa sebagai salah satu unsur pokok kebudayaan itu merupakan sistem simbol. Maka, dalam bahasalah tersimpan khasanah kebudayaan suatu masyarakat.

Dalam alur pikir itu, buku ini menganalisis pandangan masyarakat Lewolema, Nusa Tenggara Timur (NTT), terhadap masalah kesehatan. Perunutan pandangan masyarakat Lewolema terhadap kesehatannya ditempuh melalui tiga ranah semantik dasar: kesehatan, sakit dan penyembuhan.

Analisis  buku ini menunjukkan keterkaitan erat antara bahasa, kesehatan dan pandangan hidup masyarakat Lewolema. Konsepsi masyarakat Lewolema terhadap kesehatan, seperti terekspresikan dalam bahasa mereka, ternyata tidak hanya meliputi kesehatan fisik tetapi juga kesehatan mental yang tercermin pada individu, masyarakat, maupun interrelasi sosial mereka. Pemaknaan mental ini menunjukkan bahwa orang dikatakan dalam keadaan fisik dan mental jika ia dapat memenuhi kebutuhan pokok, melaksanakan berbagai ritual, aktivitas sosial, menaati tata cara, anjuran dan mengidahkan larangan. Dinamika kondisi kesehatan individu dan masyarakat Lewolema dihasilkan oleh efek-efek kultural hubungan individu atau masyarakat dengan alam, sesama manusia, nenek moyang, dan Wujud Tertinggi yang menuju pada proses keseimbangan kosmis.

  


Biografi Nyanyian Kehidupan Nafsiah Mboi

Biografi Nyanyian Kehidupan Nafsiah Mboi

Judul

:

Biografi Nyanyian Kehidupan Nafsiah Mboi

Penulis

:

Maria Hartiningsih & Agung Adiprasetyo

Penerbit

:

PT. Kompas Media Nusantara

Tahun Cetak

:

2022

Halaman

:

456

ISBN

:

978-623-346-507-6

Harga

:

Rp.100.000

Status

:

Ada


Setiap tokoh dilahirkan oleh suatu kurun masa. Namun zaman segera disapu oleh waktu dan setiap peristiwa dengan cepat dilupakan karena tertimbun peristiwa-peristiwa yang susul-menyusul memenuhi ruang publik dan merampas ingatan.

Meski demikian, suatu bangsa menjadi besar bila mau mengingat dan mengakui jasa para pahlawannya; termasuk di antaranya adalah para tokoh dan birokrat yang bekerja keras memajukan suatu wilayah dan masyarakat. Di antara mereka adalah dr. Andi Nafsiah Walinono-Mboi SpA, MPH, dikenal sebagai Nafsiah Mboi.

Untuk waktu yang cukup panjang, namanya selalu disandingkan dengan sang suami, dr. Ben Mboi. Pasangan ini telah membuat NTT mencuat di antara provinsi-provinsi lain di Indonesia karena lonjakan kemajuan kesejahteraan warganya. Prestasi keduanya di bidang pelayanan publik diakui secara internasional dengan penghargaan Ramon Magsaysay Award pada tahun 1986. 

Namun Nafsiah juga punya jejak tersendiri. Perjalanannya panjang dan berliku sebelum menjabat sebagai Menteri Kesehatan (2012-2014). Nafsiah adalah perempuan pertama dari suku Bugis, Makasar yang menjadi dokter dan dokter spesialis anak; dan untuk NTT, dokter spesialis anak pertama yang melayani rakyat di sana. Nafsiah adalah orang Asia pertama yang menjadi ketua Komite Hak Anak Perserikatan Bangsa-bangsa (CRC) dan perempuan Indonesia pertama yang menduduki posisi direktur pada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sampai saat ini Nafsiah diakui ketokohannya dalam isu HIV/AIDS. Dia memperjuangkan pendekatan kemanusiaan dan HAM untuk ODHA dan memahami pentingnya pemberdayaan populasi kunci dalam penanggulangan HIV/AIDS.

Banyak hal tentang dirinya terserak di berbagai media. Namun buku ini me-nyingkapkan banyak sekali aspek yang belum pernah diungkap, beserta mazmur syukur yang senantiasa dia daraskan pada setiap langkahnya.

Seluruh pengalamannya dalam buku ini adalah undangan untuk belajar tentang ketekunan, totalitas, kehendak untuk terus belajar yang tidak pernah padam, kete-guhan dan keberanian mempertahankan prinsip-prinsip kebenaran, kesetaraan dan keadilan.

Nafsiah telah menjawab panggilan hidupnya dalam tugas-tugas yang tidak mudah, yang membuatnya kerap berada di persimpangan yang rumit. Namun, demi kebaikan bersama, dia tak ragu mengambil jalan yang penuh onak, curam, licin dan tak jarang, berbahaya.

Gelombang yang menghempasnya, ombak dan riak yang mengepungnya, sayup-sayup membentuk rangkaian nada yang dimainkan oleh orkestra alam, men-ciptakan nyanyian kehidupan. Kita bisa ikut mendengarkan seluruh lagu dalam berbagai nada dari masa lalu sampai sekarang, dan mencecap bisik halus yang menyodorkan harapan. 



Karunia Penyembuhan Damianus Wera

Karunia Penyembuhan Damianus Wera

Judul

:

Karunia Penyembuhan Damianus Wera

Penulis

:

Yosef Tor Tulis

Penerbit

:

Jetpress

Tahun Cetak

:

2007

Halaman

:

152

ISBN

:

978-979-15583-1-0

Harga

:

Rp. 65.000

Status

:

Ada

 

Sosok Damianus Wera bukanlah ‘dokter’ asing dalam dunia paranormal Indonesia. Cerita tentang pengobatan (operasi) secara ajaib Damianus Wera sudah menyebar ke seantero tanah air, bahkan hingga mancanegara. Betapa tidak, sudah lebih dari 100 ribu orang datang dan berobat kepadanya sejak tahun 1986. Mereka datang dari berbagai lapisan sosial ekonomi. Mulai dari kaum papa, artis, dokter, jenderal hingga presiden dan mantan presiden.

Ia juga menjadi ‘dokter terbang’ ke berbagai negara. Ia pernah mengobati pasien di Malaysia, Hongkong, AS, Australia, Belgia, Taiwan, dan Filipina. Berbagai jenis penyakit medis dan non medis telah disembuhkannya seperti tumor, jantung koroner, batu ginjal, asma, TBC, mata rabun, lumpuh karena stroke atau disantet, mandul, amandel, dan masih banyak lagi.

Buku ini adalah sebuah refleksi bagaimana kebesaran Tuhan dinyatakan lewat hamba-hambaNya. Dami Wera berkarya atas nama Tuhan. Ia menyebut ayahnya Ware Ratu lah yang mewarisi ilmu penyebuhan-nya yang ajaib. Dami juga mengaku selalu menghadirkan Tuhan setiap kali ia hendak menyembuhkan pasiennya. Bahkan, ia selalu mengajak pasien berdoa bersamanya sebelum melakukan operasi.

Berkali-kali Damianus Wera menegaskan bahwa bukan dialah ‘doketr’ sesungguhnya, tapi Tuhan sendirilah yang menyembuhkan orang-orang yang adatang kepadanya. Tuhan hanya memakai tangannya untuk menjamah pasien. 



Pengetahuan Lokal dalam Keberlanjutan Pengelolaan Air

Pengetahuan Lokal dalam Keberlanjutan Pengelolaan Air

Judul

:

Pengetahuan Lokal dalam Keberlanjutan Pengelolaan Air

Penulis

:

Paulus Adrianus K.L. Ratumakin dkk.

Penerbit

:

Perkumpulan PIKUL

Tahun Cetak

:

2016

Halaman

:

112

ISBN

:

978-602-74097-0-5

Sumber

:

https://pikul.id/

Download

:

Di Sini

 

Lima dekade yang lalu, Garrett Hardin, seorang ekologis Amerika Serikat, menulis tentang tragedy of the commons. Hardin berpendapat bahwa sumber daya alam yang dimanfaatkan secara kolektif dan tidak jelas kepemilikannya tidak akan dijaga dan dikelola baik oleh siapapun. Setiap orang akan cenderung mengeksploitasi sampai habis. Maka terjadilah tragedi. Menurut Hardin, hanya satu cara mencegah tragedi tersebut: memperjelas hak atas sumber-sumber, termasuk kepemilikan, agar ada yang ‘bertanggungjawab’. Lebih lanjut, hanya dua pihak yang bisa bertanggungjawab: negara atau swasta.

Melalui buku ini para peneliti menyodorkan cara lain pengelolaan air yang bisa dilakukan selain semata oleh pemerintah dan swasta. Pengelolaan yang kolektif yang mengutamakan kepentingan bersama, termasuk dalam menjaga lingkungan. Dengan mengemukakan pengetahuan lokal, buku ini ingin menekankan bahwa pengelolaan air secara kolektif ini, walau berakar dari budaya setempat, tetapi tidak parokal. Pengetahuan lokal tetap terbuka untuk pengetahuan dan teknologi baru.



ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia