Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label Buku Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Gula Lempeng Rote: Proses Produksi, Sosio-Ekonomi, dan Pelembagaan

Gula Lempeng Rote: Proses Produksi, Sosio-Ekonomi, dan Pelembagaan

Judul

:

Gula Lempeng Rote: Proses Produksi, Sosio-Ekonomi, dan Pelembagaan

Penulis

:

Didimus Dedi Dhosa

Editor

:

Andriyanto

Penerbit

:

Underline

Tahun Cetak

:

2024

Halaman

:

98

ISBN

:

978-623-88839-7-4

Harga

:

Rp. 66.000

Status

:

Ada

 

Warisan kebudayaan entah berapa material maupun non material adalah kazanah paling penting yang dimiliki oleh masyarakat nusantara. Di balik warisan itu tepatri dengan jelas peradaban masyarakat khususnya relasi di antara manusia dan relasi antara manusia dengan alam. Kebudayaan menampilkan bagaimana metode manusia mengelola alam, dan bagaimana alam dilestarikan untuk kepentingan keutuhan ekologi. Buku ini merupakan salah satu ikhtiar untuk mendokumentasikan kembali warisan kebudayaan lokal yang telah menghidupkan masyarakat yang mendiami gugus pulau paling selatan Indonesia, Rote-Ndao. Khususnya pada pembuatan bahan makanan tradisional gula lempeng. Penasaran seperti apa gula lempeng dari Rote? Temukan jawabannya di dalam buku ini!



Sinar Hari Esok: Spektrum Sumber Daya Manusia Pembangunan Kawasan Timur Indonesia dari Posisi Nusa Tenggara Timur

Sinar Hari Esok: Spektrum Sumber Daya Manusia Pembangunan Kawasan Timur Indonesia dari Posisi Nusa Tenggara Timur

Judul

:

Sinar Hari Esok: Spektrum Sumber Daya Manusia Pembangunan Kawasan Timur Indonesia dari Posisi Nusa Tenggara Timur

Penyunting

:

Frans M. Parera & Gregor Neonbasu, SVD

Penerbit

:

Funisia

Tahun Cetak

:

1997

Halaman

:

-

ISBN

:

-

Harga

:

Rp.-

Status

:

Kosong

 

Para kontributor dalam proses temu visi, persepsi untuk program aksi pembangunan semesta di Kawasan Timur Indonesia dalam buku ini adalah: Presiden Soeharto, Drs. Frans Seda, Gubernur NTT Mayjen. TNI AD (purn.) Herman Musakabe, Wakil Gubernur NTT Piet A. Tallo, SH., Sekwilda Pemda Tingkat I NTT Ir. Sabinus Kantus, Dr. Victor I. Tanya, Brigjen TNI AD (purn.) Alex Dinuth, Dr. Ignas Kleden, Dr. Alex Lanur, Dr. Leo Kleden, Dr. Georg Kirchenberger, Wali kota madya Kupang S.K. Lerik, Drs. Frans M. Parera, Drs. Frits FanggidaE, MS, Drs. Syarifuddin Gomang, MA (Hons.), Drs. Cornelis Mbeo, Pastor Gregor Neonbasu SVD, Agustinus Quintus Bebok, Petrus Salu, Darus Anton, Moses H. Beding, Yohanes Vianey Watu, P. Alex Seran MA, J. Philip Gobang, Stanis Kappu.

Dalam melaksanakan pembangunan, kita memang harus memiliki tekad yang bulat dan rasa percaya diri, bahwa kita mampu menundukkan tantangan yang ada di depan kita. Rasa percaya diri perlu terus kita tumbuhkan, kita tidak boleh berkecil misalnya karena kawasan yang kita tempati gersang, berbatu karang, dan rendah curah hujannya. Sebagai umat beragama kita yakin bahwa Tuhan yang Maha Kuasa akan menyediakan nikmat dan rahmatNya bagi mereka yang bekerja keras. (Presiden Soeharto, Kupang, 14 Oktober 1996)

Pengembangan aset-aset atau produk-produk menuntut SDM yang memadai sehingga diperlukan adanya dinamisasi pada tiga pilar utama pembangunan, yaitu pemerintah sebagai pelayan pembangunan, swasta sebagai motor pembangunan, dan masyarakay sebagai roda pembangunan. (Frans Seda, Kupang, 12 Agustus 1996)

 


Sophia dalam Jejak Budaya (Suatu Kajian Antropologis)

Sophia dalam Jejak Budaya (Suatu Kajian Antropologis)

Judul

:

Sophia dalam Jejak Budaya (Suatu Kajian Antropologis)

Penulis

:

Yuan V. Elim dkk

Penerbit

:

Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembagan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur

Tahun Cetak

:

-

Halaman

:

195

ISBN

:

-

Harga

:

NFS

Status

:

Kosong

 

Di NTT, minol tradisional berkembang dengan sangat marak. Hal ini disebabkan karena minuman alkohol tradusional juga merupakan salah satu sumber penghasilan masyarakat lokal. Pengamatan empiris menunjukkan bahwa produsen minuman alkohol tradisional adalah juga pelaku di beberapa titik rantai nilai yang lain. Misalnya mereka juga adalah pengumpul bahan baku, sebagian bahkan juga pemilik tanah atau pohon tuak atau aren yag menjadi bahan baku. Mereka juga, adalah penjual minol tradisional kepada end-user, atau konsumen akhir secara eceran. Dalam mengatur tata kelolanya, perlu diperoleh juga gambaran komprehensif tentang rantai nilai minol tradsional ini, di mana mata rantai yang paling untung dan buntung saat ini dan bila kebijakan tata kelola diterapkan. Hal ini akan membantu memastikan kebijakan benar-benar meningkatkan pendapatan produsen minol tradisional.

Walaupun masih belum banyak kajian tentang hal ini, tetapi terungkap berbagai testimoni tentang peran penting minol tradisional sebagai sumber penghasilan. Suwena (2017) mengkaji topok ini dalam masyarakat di Desa Datah Bali, dan menyimpulkan bahwa arak, minol tradisional Bali, adalah sumber penghasilan yang penting. Hal ini sangat dipengaruhi oleh konteks desa yang tandus dan tidak bisa menggantungkan hidup pada pertanian. Kondisi serupa juga bisa ditemukan di beberapa kampung di NTT.



ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia